Sektor Seni Australia Tuntut Perlindungan Hak Cipta Karya Dari AI
Kelompok seniman dan penulis di Australia mendesak tindakan hukum nyata dari pemerintah terkait penggunaan karya cipta secara ilegal untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI). Janji perlindungan hukum yang disampaikan Perdana Menteri Anthony Albanese dalam pidatonya di University of Sydney pada Rabu, 15 Juli 2026, dinilai belum diiringi langkah konkret penegakan hukum.
Penggunaan materi berhak cipta seperti buku, musik, dan artikel berita oleh perusahaan AI global untuk melatih model bahasa besar (LLM) terus berlangsung tanpa izin maupun kompensasi. Meski Undang-Undang Hak Cipta 1968 di Australia berlaku otomatis, belum ada tindakan terkoordinasi untuk mengatasi pengikisan data yang telah terjadi.
Ketua Perhimpunan Penulis Australia (ASA), Jennifer Mills, memberikan apresiasinya terhadap komitmen awal pemerintah dalam menjaga nilai karya para pencipta lokal.
"for sticking to its principles and seeing the value of Australian authors and Australian stories. Our rights as creators must be defended. Now big tech needs to come to the table and accept the facts." ujar Jennifer Mills, Ketua Perhimpunan Penulis Australia.
Sejumlah pihak mendorong pemerintah federal untuk memperbarui regulasi atau mengambil langkah hukum langsung terhadap perusahaan teknologi asing. Pemerintah dapat memfasilitasi skema pembayaran lisensi melalui Copyright Agency atau mengajukan gugatan hukum atas nama para pencipta, sebagaimana gugatan yang mulai marak terjadi di Amerika Serikat.
Di sisi lain, Perdana Menteri Anthony Albanese menegaskan komitmen pemerintah untuk membentuk standar hukum mandiri yang melindungi hak kepemilikan para pembuat karya di dalam negeri.
"must retain ownership and control of their work. Our laws will spell that out plain as day." kata Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Ia menekankan pentingnya kontrol penuh dari para pemilik karya terhadap penggunaan produk kreatif mereka dalam pengembangan teknologi baru.
"no company should use Australian books, music, art or news to build or train AI without the artist’s control. That includes the artist’s control of the price and value of their work […] Anything less, is theft" ujar Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Perdana Menteri menambahkan bahwa keikutsertaan aktif negara dalam regulasi global menjadi kunci utama perlindungan tersebut.
"for Australia to be active and involved" kata Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Meskipun demikian, ia mengakui belum ada negara yang berhasil menetapkan formulasi sempurna dalam menghadapi tantangan pelatihan AI ini.
"got it right" kata Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Ia menyatakan bahwa pemerintah akan berupaya merancang solusi hukum terbaik demi mengamankan hak-hak para pencipta di Australia.
"build the best possible solution for ourselves" ujar Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia.
Hingga saat ini, belum ada mekanisme pembayaran kompensasi resmi dari perusahaan AI kepada para pemegang hak cipta di Australia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow