Australia Bergerak Terus ke Utara-Timur Laut dengan Kecepatan 7 cm per Tahun
Australia saat ini bergerak ke arah utara-timur laut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun, menurut pengukuran GPS dan sistem navigasi satelit yang sangat presisi, seperti dikutip dari Detik iNET. Kecepatan ini tampak kecil, setara dengan pertumbuhan kuku manusia dalam satu tahun, tetapi jika berlangsung selama jutaan tahun, pergerakan tersebut dapat memindahkan benua ini sejauh ribuan kilometer. Dalam skala waktu geologis, pergerakan ini dapat menggeser Australia sekitar 70 km dalam satu juta tahun dan mencapai sekitar 700 km dalam 10 juta tahun, meskipun arah dan kecepatan pergerakan dapat berubah seiring waktu.
Lempeng yang membawa Australia terus mendekat ke wilayah Asia Tenggara, khususnya kawasan Indonesia dan Papua, yang merupakan zona tektonik kompleks dengan aktivitas tumbukan, lipatan, dan pergeseran kerak bumi.
Interaksi ini menghasilkan fenomena geologi seperti pembentukan pegunungan, gempa bumi, serta aktivitas vulkanik yang dinamis di kawasan tersebut. Tekanan akibat pergerakan Australia memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi geologi Asia Tenggara yang dikenal sebagai salah satu zona tektonik paling rumit di dunia.
Prospek Masa Depan: Superkontinen Amasia
Menurut Prof Zheng-Xiang Li dari Curtin University, jika tren pergerakan ini terus berlanjut, dalam satu hingga dua ratus juta tahun mendatang, Samudra Pasifik dapat menutup dan menyebabkan benturan antara Amerika dan Eurasia. Dalam skenario tersebut, Australia akan bergabung ke dalam superkontinen baru yang disebut Amasia, gabungan dari Amerika dan Asia, yang merupakan hasil simulasi model geodinamika berdasarkan sejarah pergerakan benua.
Namun, skenario ini bukan prediksi pasti karena pergerakan lempeng dapat berubah akibat pembentukan zona subduksi baru, perubahan batas lempeng, dan dinamika mantel bumi yang kompleks. Sebelumnya, sekitar 200 juta tahun lalu, daratan Bumi tergabung dalam superkontinen Pangaea yang kemudian pecah menjadi susunan benua saat ini. Siklus pergerakan benua ini diperkirakan masih berlangsung dan memungkinkan terbentuknya superkontinen baru di masa depan.
Yang pasti, pergerakan Australia saat ini terus berlangsung dan memengaruhi kondisi geologi regional di Asia Tenggara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow