Bandara Internasional Palm Beach Resmi Berganti Nama Menjadi Donald J. Trump

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah negara bagian Florida secara resmi mengubah nama Bandara Internasional Palm Beach menjadi Bandara Internasional President Donald J. Trump pada Kamis, 9 Juli 2026.

Perubahan ini menjadikan Donald Trump sebagai presiden pertama dalam sejarah Amerika Serikat yang namanya disematkan pada bandara komersial saat masih aktif menjabat di Gedung Putih. Kode pengenal Federal Aviation Administration (FAA) juga telah diubah dari PBI menjadi DJT.

Proses transisi ini disetujui setelah Gubernur Florida Ron DeSantis menandatangani undang-undang terkait pada Maret lalu, menyusul rancangan undang-undang yang diajukan oleh Perwakilan Negara Bagian Meg Weinberger pada November sebelumnya. Pada Mei, komisaris Palm Beach County menyetujui perjanjian merek dagang dengan perusahaan Trump dengan hasil pemungutan suara 4 banding 3.

Pesawat pribadi milik Trump, "Trump Force One", menjadi penerbangan perdana yang mendarat di bandara dengan nama baru tersebut pada Kamis dini hari pukul 05.01 waktu setempat. Penerbangan selama 30 menit itu membawa putra sang presiden, Eric Trump dan Donald Trump Jr., serta beberapa pejabat lokal.

"There's probably no plane in the world that's more fitting for this airport now, obviously, President Donald J. Trump International Airport," kata Eric Trump kepada The Palm Beach Post di atas pesawat Boeing 757 tersebut.

Eric Trump mengenang bahwa dirinya pertama kali terbang melalui bandara tersebut saat masih bayi pada tahun 1984. Keluarganya rutin menggunakan bandara ini hampir setiap akhir pekan setelah ayahnya membeli properti Mar-a-Lago pada tahun berikutnya.

"There's probably no one that's flown into this airport more times than Donald Trump," ujar Eric Trump.

Ia menambahkan bahwa ayahnya kemungkinan telah mendarat di landasan pacu tersebut sekitar 10.000 kali. Eric Trump menyebut momen perubahan nama ini sebagai hal yang sangat istimewa bagi ayahnya.

"He's probably touched down on that runway about 10,000 times, and I'm not joking." tutur Eric Trump.

Eric Trump mengaku tidak pernah membayangkan, baik saat masih kecil maupun satu dekade lalu, bahwa bandara tersebut suatu hari akan menyandang nama ayahnya.

"If you would have gone back to 2015 and said that this would have happened in Florida, I might have laughed at you," kata Eric Trump.

Pesawat Boeing 757 yang dibeli Trump seharga 100 juta dolar AS dari pendiri Microsoft Paul Allen pada 2011 tersebut diklaim memiliki tingkat kebisingan yang rendah. Hal itu dilakukan untuk kenyamanan para tetangganya di Palm Beach.

"It's one of the quietest airplanes there is," kata Trump kepada The Post saat membeli pesawat tersebut.

Trump membelinya ketika masih menjadi selebriti acara televisi "The Apprentice". Pembelian pesawat baru itu sempat memicu spekulasi politik mengenai pencalonannya melawan Barack Obama pada 2012.

"I bought a great airplane," ujar Trump kala itu.

Pesawat tersebut kemudian diperbaiki dan dicat ulang pada masa jabatan pertama kepresidenannya setelah sempat beredar foto di media sosial yang menunjukkan kondisi pesawat yang kurang terawat di sebuah lapangan terbang di New York.

Eric Trump juga memberikan pernyataan terpisah mengenai keterikatan nama ayahnya dengan wilayah Florida dalam wawancaranya bersama Fox News.

"I don't think there's anybody more synonymous with Palm Beach than Donald Trump in maybe all of Florida," kata Eric Trump.

Ia kemudian menegaskan komitmennya untuk memastikan pesawat keluarga menjadi yang pertama mendarat dalam program "Fox & Friends".

"There's no way in hell I was letting UPS be the first plane to land." tambah Eric Trump.

Bukan hanya bandara, nama Trump kini mulai disematkan pada berbagai institusi publik dan inisiatif pemerintah selama masa jabatan keduanya. Hal ini mencakup rencana kelas kapal perang Angkatan Laut, program visa warga asing kaya, situs web obat resep pemerintah, hingga akun tabungan federal untuk anak-anak. Namanya juga ditambahkan pada gedung United States Institute of Peace, meski pengadilan menolak upaya penggantian nama John F. Kennedy Center for the Performing Arts.

Otoritas bandara menyatakan bahwa seluruh proses penggantian nama dan logo ini menelan biaya sebesar 5,5 juta dolar AS. Komisaris Palm Beach County memastikan dana tersebut tidak dibebankan kepada anggaran daerah, melainkan bersumber dari pendapatan bandara dan alokasi anggaran negara bagian Florida sebesar 2,75 juta dolar AS.

Meskipun nama bandara telah resmi berubah, para pelancong akan tetap menggunakan kode PBI untuk pemesanan tiket, bagasi, dan sistem reservasi maskapai hingga 18 Agustus 2026, sebelum sepenuhnya berganti menjadi DJT.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed