Bandara Sepinggan Beroperasi Normal Meski Kabut Asap Karhutla Ganggu Kalimantan

Smallest Font
Largest Font

Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan di Balikpapan tetap beroperasi normal meskipun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu jarak pandang di beberapa bandara lain di Kalimantan.

Gangguan jarak pandang akibat asap karhutla saat ini terjadi di tiga bandara regional, yakni Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Kondisi ini lebih terasa pada pagi hari saat asap masih tebal dan membaik setelah pukul 09.00 waktu setempat, menurut General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sepinggan, Iwan Winaya Mahdardi.

Meski Bandara Sepinggan aman, keterlambatan penerbangan dari bandara terdampak berpotensi memengaruhi jadwal lanjutan di Balikpapan. Namun, hingga kini belum ada pembatalan penerbangan signifikan di Bandara Sepinggan terkait kabut asap tersebut.

Kondisi geografis Bandara Sepinggan yang memiliki landasan pacu menghadap laut serta kawasan sekitar yang tidak mengalami pembukaan lahan terbuka dianggap membantu menjaga jarak pandang tetap stabil dibandingkan bandara lain di Kalimantan.

Dalam dunia penerbangan, batas minimum jarak pandang diatur oleh aturan terbang visual (VFR) dan instrumen (IFR). Penerbangan visual memerlukan jarak pandang minimal sekitar 5 kilometer, sedangkan penerbangan instrumen dapat dilakukan pada jarak pandang ratusan meter dengan bantuan alat seperti Runway Visual Range (RVR).

Iwan menegaskan penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Bandara Sepinggan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap masyarakat dan transportasi udara, termasuk menghadapi potensi musim kemarau panjang.

Salah satu langkah antisipasi yang disiapkan pemerintah jika kondisi memburuk adalah rekayasa cuaca melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk meningkatkan peluang hujan dan menekan risiko kebakaran lahan. Pemantauan cuaca dan kualitas udara di Bandara Sepinggan dilakukan secara berkala demi menjamin keselamatan operasional penerbangan.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah terus meluas, dengan kualitas udara di Palangka Raya sempat mencapai kategori berbahaya pada 19 Agustus 2026, dengan indeks 487 dan jarak pandang sekitar 1,4 kilometer. Titik panas juga tinggi, dengan 1.795 titik panas terdeteksi di Kalimantan Tengah, termasuk 281 titik di Kota Palangka Raya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kondisi kabut asap telah memengaruhi penerbangan, terutama di Kalimantan Barat, dengan pembatalan penerbangan akibat jarak pandang yang tidak memungkinkan.

"Untuk Kalimantan memang tadi seperti di Kalimantan Barat, ada pembatalan penerbangan karena asap di sana sudah cukup mengganggu jarak pandang. Tadi seperti yang disampaikan Pak Ketua juga di Komisi 5, bahwa untuk hari besok ada pembatalan penerbangan karena jarak pandang yang sudah tidak memungkinkan. Jadi memang pada beberapa titik, khususnya di Kalimantan ya, Kalimantan Barat itu agak sedikit terganggu," ujar Dudy di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Kemenhub belum mengungkap jumlah pasti penerbangan yang terdampak, tetapi terus memantau kondisi jarak pandang di sejumlah titik sebelum menentukan langkah operasional selanjutnya.

"Saya belum di-update, tapi memang ada beberapa. Kita lihat kondisinya," tambah Dudy.

Bandara Supadio di Kalimantan Barat menjadi perhatian khusus karena kondisi cuaca dan jarak pandang yang perlu dipantau secara ketat untuk keselamatan penerbangan.

"Kita mengingatkan kepada seluruh airlines untuk berhati-hati, selalu memonitor informasi dari BMKG terkait dengan cuaca. Itu yang paling penting," ujar Dudy.

Kabut asap juga mengganggu aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah, termasuk pendidikan, akibat memburuknya kualitas udara dan jarak pandang.

"Yang di Kalimantan Barat tentu saja Supadio ya. Nanti saya mesti update lagi untuk titik-titiknya. Tapi yang pasti bahwa informasi dari BMKG itu akan sangat membantu kita untuk memonitor cuaca," ujar Dudy.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed