Bank Mandiri Blokir Rekening Pengunjuk Rasa atas Permintaan APH

Smallest Font
Largest Font

Bank Mandiri memblokir rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, yang berisi saldo sebesar Rp80,9 juta menjelang rencana aksi demonstrasi di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Pemblokiran tersebut dikonfirmasi oleh pihak perbankan sebagai langkah susulan atas instruksi resmi dari aparat penegak hukum.

Saldo senilai Rp80.935.479 yang tersimpan di dalam rekening tersebut merupakan gabungan dari dana pribadi dan donasi masyarakat untuk kebutuhan logistik massa aksi dari Pati. Terkuncinya akses keuangan tersebut dilaporkan mengganggu akomodasi peserta aksi yang telah berada di Jakarta, sehingga mereka harus mengandalkan bantuan warga sekitar.

Corporate Secretary Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan resmi secara tertulis terkait tindakan pembekuan rekening nasabah tersebut.

"Dapat kami sampaikan, Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip GCG, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan," kata Corporate Secretary Bank Mandiri.

Langkah pemblokiran ini dinilai berpotensi memicu kekhawatiran dari masyarakat maupun deposan di bank milik pemerintah. Seorang Mantan Bankir Bank Mandiri yang mengetahui kabar tersebut turut memberikan tanggapannya mengenai penanganan kasus ini.

"Aku denger gitu. udah banyak hal kurang profesional sekarang," kata Mantan Bankir Bank Mandiri.

Di sisi lain, massa AMPB tetap bertahan di Jakarta untuk menyampaikan tuntutan terkait pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi. Pihaknya menegaskan bahwa aksi akan berlangsung sesuai dengan aturan hukum penyampaian pendapat di muka umum.

"Inilah bentuk kezaliman penguasa. Rekening itu kan privat, kok bisa sekelas bank saja bisa dikendalikan oleh penguasa?" kata Supriyono.

Aksi unjuk rasa tersebut juga bertepatan dengan eskalasi pengamanan di area pusat kekuasaan. Sebagai perbandingan, aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI dan aliansi kampus lain pada 18 Agustus 2026 sebelumnya melibatkan pengawalan ketat sebanyak 9.242 personel gabungan TNI-Polri.

"Kita bukan teroris, kita bukan pelaku kriminal. Teman-teman di sini ini datang ke Jakarta ya, ini mengawal aspirasi masyarakat Indonesia. Tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan," kata Supriyono.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed