Bank Mandiri Tebar Dividen Interim Rp6,16 Triliun Tahun 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membagikan dividen interim sebesar Rp66 per saham atau total Rp6,16 triliun pada tahun buku 2026. Pembagian dividen ini menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental bisnis perseroan di masa depan, disampaikan pada keputusan direksi 3 September 2026 dan disetujui Dewan Komisaris.

Dividen interim tersebut setara 20,26 persen dari laba bersih konsolidasian semester I 2026 yang mencapai Rp30,4 triliun. Laba bersih ini tumbuh 24,4 persen secara tahunan dengan Return on Equity (ROE) sebesar 24,3 persen.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan bahwa pembagian dividen ini mencerminkan keyakinan terhadap fundamental perseroan serta apresiasi kepada pemegang saham, termasuk investor ritel.

"Pembagian dividen interim ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental Bank Mandiri ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel," ujar Novita.

Novita menambahkan bahwa keputusan ini didasarkan pada kinerja keuangan yang solid, posisi permodalan dan likuiditas yang memadai, sehingga memudahkan perseroan menjaga kapasitas pertumbuhan bisnis sambil memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

"Keputusan ini kami lakukan secara terukur dengan memastikan fundamental, kecukupan modal, likuiditas, dan rasio keuangan tetap terjaga serta ruang pertumbuhan bisnis tetap memadai," tambahnya.

Bank Mandiri juga memastikan pembagian dividen interim tidak berdampak material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Per September 2026, Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit sebesar Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 17,6 persen menjadi Rp1.687 triliun.

Total aset Bank Mandiri mencapai Rp2.358 triliun atau naik 20,7 persen secara tahunan, sementara laba bersih meningkat 22,3 persen menjadi Rp37,5 triliun. Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 1,00 persen.

Menurut Senior Vice President BMRI, Adhika Vista, pembagian dividen ini telah mendapat restu Dewan Komisaris dan tidak memberikan dampak material bagi keuangan dan kelangsungan usaha.

"Perseroan akan mengumumkan jadwal pembagian dividen interim sesuai ketentuan. Pembagian dividen interim tahun buku 2026 kepada para pemegang saham tidak memberikan dampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan," ujar Adhika.

Novita juga menyampaikan bahwa pertumbuhan laba Bank Mandiri selama semester I 2026 didukung ekspansi kredit dan peningkatan pendapatan berbasis biaya, terutama dari transaksi platform digital Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri serta aktivitas transaksi treasury.

"Dengan fundamental kuat, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di semester 2 tahun 2026," ucap Novita saat public expose daring pada Juli 2026.

Rencana pembagian dividen interim ini bertepatan dengan tingginya aksi beli saham Bank Mandiri oleh investor asing, yang mencatatkan net buy senilai Rp471,4 miliar pada 3 September 2026.

Manajemen Bank Mandiri memastikan seluruh proses pembayaran dividen dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia, dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kepentingan pemegang saham.

Jadwal cum dividend di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026, ex dividend pada 16 September, cum dividend pasar tunai pada 17 September, ex dividend pada 18 September, dengan tanggal pencatatan (recording date) pada 17 September dan pembayaran dividen pada 2 Oktober 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed