Bareskrim Geledah Markas Penyelundup Emas Ilegal ke Dubai di Sunter
Modus baru pengolahan emas batangan menjadi serbuk untuk diselundupkan ke Dubai terbongkar setelah Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menggeledah ruko PT White Classic Gold & Silver di Sunter, Jakarta Utara, Selasa (18/8/2026). Penggeledahan markas yang dikelola warga negara India tersebut menguraikan skema jaringan kejahatan yang terhubung pada satu tempat operasional. "Ini bisa kita gambarkan adanya hubungan satu orang dengan orang lain dan terhubung di White Classic ini," kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
Penyidik menemukan perubahan metode penyelundupan dari yang sebelumnya berbentuk balokan emas utuh menjadi serbuk halus.
"Ini modusnya berbeda. Kemarin itu dia dalam bentuk balokan emas satu kilo, tetapi kalau yang di sini adalah berupa bubuk," ucap Irhamni. Penyelundup menghancurkan batang emas menggunakan alat khusus lalu menyembunyikannya di dalam pakaian dalam pria dan wanita.
"Jadi emas batang itu kemudian dihancurkan dengan alat menjadi bubuk, kemudian dimasukkan ke dalam celana dalam pria dan BH wanita," lanjutnya. Untuk meloloskan barang haram tersebut dari pemeriksaan X-ray Bandara Soekarno-Hatta, pelaku mencampurkan cairan kimia dan pewarna kain.
"Di situ kemudian diberikan pewarna sesuai dengan jenis kainnya, kemudian diberikan zat kimia agar bisa berbentuk seperti gel untuk menghindari pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta," ungkapnya. Gedung empat lantai tersebut difungsikan secara terstruktur, mulai dari area transaksi emas dari berbagai daerah di lantai satu hingga tempat pengolahan di lantai teratas. "Kemudian di lantai tiganya adalah tempat bos istirahat mereka, dan lantai empat terakhir tempat pengolahan, pemurnian sehingga mereka bisa membentuk dari balok emas tadi menjadi bubuk untuk menghindari pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta, rekan-rekan," jelas Irhamni.
Di lokasi penggeledahan, polisi menyita peralatan peleburan, mesin hitung uang, mesin jahit merek Typist, alat penghancur, hingga puluhan pakaian dalam yang telah dimodifikasi.
"Kemudian ada mesin jahit yang digunakan untuk memodifikasi celana dalam, ada bagian khusus yang bisa untuk menyimpan bubuk atau serbuk tadi," rincinya. Penghancuran emas batangan dilakukan menggunakan peralatan blender khusus agar halus menjadi serbuk. "Kemudian alat untuk mengubah bentuk emas yang batangan untuk dihancurkan. Ada beberapa alat untuk blender ya, blender untuk menghaluskan atau untuk membuat membentuk sebagai bubuk," sambung dia.
Satu bulan sebelum penindakan, dua WNA asal India yang ditangkap Bareskrim Polri tercatat telah memindahkan hampir satu ton emas ilegal ke luar negeri dari total delapan bulan masa operasional sindikat tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow