Bayi Paling Prematur di Australia Lahir dan Bertahan Hidup di Queensland

Smallest Font
Largest Font

Seorang bayi bernama Makerita Miracle Tanuvasa lahir pada usia kandungan 21 minggu tiga hari dan menjadi bayi paling prematur di Australia yang berhasil hidup. Peristiwa ini terjadi di Queensland pada Maret 2026.

Bayi ini datang ke dunia dengan kondisi yang sangat rentan, di mana rumah sakit setempat tidak memiliki fasilitas resusitasi untuk bayi di bawah 23 minggu. Tim medis pun awalnya tidak yakin bayi tersebut bisa bertahan.

Annrose Tanuvasa, ibu bayi, mengungkapkan bahwa awalnya ia menyangka usia kehamilannya baru sekitar empat hingga enam minggu sebelum pemeriksaan menunjukkan usia kandungan 22 minggu. Kehamilan ini diduga berkaitan dengan riwayat keguguran pada Desember 2025.

"Saya bilang, 'Itu tidak mungkin,'" ujar Annrose saat diwawancarai Brisbane Times, dilansir dari Wolipop.

Annrose juga menulis di Instagram bahwa risiko cacat jangka panjang sangat tinggi dan meresusitasi bayi sekecil itu hampir seperti menyiksanya.

Lima hari setelah pemeriksaan, bayi Miracle lahir dan mengejutkan banyak pihak dengan kelangsungan hidupnya, mendekati rekor dunia bayi paling prematur yang lahir pada usia kandungan 21 minggu.

Ayah bayi, Misi, menyatakan, "Kami belum bisa memeluknya, tetapi dia memang sangat, sangat kecil."

Dia menambahkan, "Bahkan para dokter pun tidak bisa menjelaskan bagaimana dia bisa bertahan hidup melewati semua proses yang telah dilaluinya."

Nama Miracle dipilih Annrose sebelum keberadaan janin diketahui, sementara Makerita diambil dari nama mendiang bibinya.

"Dan tentu saja, dia benar-benar sebuah Keajaiban," tulis Annrose di Instagram.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed