BEI Umumkan Perubahan Saham di Indeks Kompas100 dan LQ45 Mulai 3 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan komposisi saham dalam indeks utama Kompas100 dan LQ45 yang berlaku efektif mulai 3 Agustus 2026.

Perubahan ini mencakup penggantian sembilan saham baru di indeks Kompas100 serta pergantian dua saham di indeks LQ45. Keputusan ini didasarkan pada evaluasi berbagai kriteria termasuk likuiditas, kapitalisasi pasar berbasis free float, dan frekuensi transaksi selama satu tahun, menurut PJS Kepala Divisi Riset BEI Heidy Ruswita Sari, dilansir Kompas.tv.

Heidy juga menambahkan bahwa metodologi seleksi indeks telah diperbarui pada April 2026 dengan penambahan kriteria High Shareholding Concentration (HSC) sebagai syarat pengecualian.

BEI mengedepankan transparansi dengan mempublikasikan metodologi dan evaluasi indeks secara berkala serta mendorong emiten menjaga fundamental dan kepatuhan agar tetap memenuhi standar indeks acuan.

Di indeks LQ45, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi keluar dan digantikan oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), menurut Kontan.co.id.

Saham INDY melonjak 41,95% dalam sebulan terakhir dan naik 2,28% secara harian ke level Rp 2.690 per saham. Sementara saham NCKL naik 5,56% dalam sebulan dan 1,79% secara harian ke Rp 855 per saham.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman merekomendasikan pembelian saham INDY dengan target harga Rp 2.680–2.770 dan cutloss di bawah Rp 2.540. Untuk saham NCKL, direkomendasikan speculative buy dengan target harga Rp 860–890 dan cutloss di bawah Rp 830.

Evaluasi mayor juga berlangsung pada indeks Kompas100 dengan sembilan saham baru masuk, termasuk Merdeka Battery Materials Tbk (EMAS) dan PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), menurut analis pasar modal Muhammad Wafi dilansir Kompas.com.

Wafi menilai EMAS sebagai penambahan berkualitas karena sudah dual listing di Hong Kong Exchange dan adanya diversifikasi emas dan nikel yang menjadi nilai lindung alami (natural hedge).

LSIP dianggap menarik karena terkait kebijakan mandatory biodiesel B50 CPO yang berpotensi mendapat sentimen positif langsung dan konkret dengan dukungan Grup Wilmar.

Saham lain yang masuk Kompas100 adalah BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), Astralindo Nusantara Tbk (BIPI), Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Indokom Strategi Investama Tbk (COIN), Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), dan RMK Energy Tbk (RMKE), yang dipilih karena likuiditas dan kapitalisasi pasar meningkat.

Wafi juga mengingatkan investor untuk berhati-hati terkait saham BFIN karena adanya ketidakpastian konsolidasi dengan ARTO yang belum tuntas.

Di sisi lain, sembilan saham keluar dari Kompas100 yaitu Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), MD Entertainment Tbk (FILM), HM Sampoerna Tbk (HMSP), Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), dan Transcoal Pacific Tbk (TCPI).

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed