IHSG Ambruk 3 Persen Lebih Sesi Pertama SCMA Pimpin Saham Rugi Besar

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ambruk sebesar 206,81 poin atau anjlok 3,48 persen ke level 5.734,256 pada perdagangan sesi pertama Kamis, 4 Juni 2026 pukul 12.00 WIB. Pelemahan tajam ini menyeret ratusan emiten ke zona merah dan menempatkan PT Surya Citra Media Tbk dengan kode saham SCMA sebagai pemimpin jajaran saham merugi terbesar di indeks LQ45.

Kejatuhan indeks bursa domestik pada siang hari ini menambah daftar panjang kekhawatiran investor setelah pasar modal terus mengalami tekanan. Berdasarkan data perdagangan dari Bursa Efek Indonesia, pergerakan dana keluar tercatat sangat masif yang terlihat dari nilai transaksi yang menembus angka belasan triliun rupiah dalam setengah hari perdagangan saja.

Penyebab IHSG melemah drastis pada pertengahan hari ini dipicu oleh rontoknya seluruh sektor saham di papan perdagangan. Investor secara serentak melakukan aksi jual yang membuat sektor-sektor raksasa penopang indeks kehilangan taji utamanya.

Daftar Sektor Saham yang Mendera Penurunan

Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia yang dihimpun oleh TradingView, berikut adalah persentase penurunan sektor-sektor saham pada sesi pertama:

  • IDX Sektor Barang Baku: turun 5,95 persen
  • IDX Sektor Properti dan Real Estate: turun 5,24 persen
  • IDX Sektor Perindustrian: turun 4,58 persen
  • IDX Sektor Transportasi dan Logistik: turun 4,44 persen
  • IDX Sektor Infrastruktur: turun 4,38 persen
  • IDX Sektor Keuangan: turun 3,39 persen
  • IDX Sektor Energi: turun 3,08 persen
  • IDX Sektor Kesehatan: turun 3,08 persen
  • IDX Sektor Barang Konsumen Primer: turun 2,74 persen
  • IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer: turun 2,73 persen
  • IDX Sektor Teknologi: turun 1,92 persen

Volume dan Total Transaksi Sesi Pertama

Tekanan jual yang luar biasa ini melibatkan total volume transaksi bursa yang mencapai 22,84 miliar saham. Nilai transaksi agregat dari seluruh volume tersebut menyentuh angka Rp 12,74 triliun pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini.

Kondisi pasar yang memerah ini tercermin jelas dari jumlah emiten yang berguguran. Tercatat ada sebanyak 683 saham turun harga, sementara hanya ada 63 saham yang mengalami kenaikan harga, dan 62 saham lainnya bergerak flat atau stagnan.

IHSG Ambruk Tajam Top Losers LQ45 Dipimpin AMMN dan BRPT | KONTAN TV

Daftar Emiten yang Masuk Jajaran Saham Top Loser Hari Ini

Pada kelompok saham likuid utamanya di indeks LQ45, beberapa emiten mencatatkan penurunan yang sangat mencolok. Saham indonesia turun banyak ini dipimpin oleh emiten media, teknologi digital, dan infrastruktur pertambangan.

Rincian Saham Top Losers LQ45

Berikut adalah tabel daftar saham yang rugi besar di jajaran LQ45 pada sesi pertama perdagangan hari ini:

Daftar Emiten LQ45 yang Mengalami Penurunan Terbesar 4 Juni 2026
Kode EmitenNama PerusahaanPersentase Penurunan
SCMAPT Surya Citra Media Tbk-12,04%
WIFIPT Solusi Sinergi Digital Tbk-9,77%
DEWAPT Darma Henwa Tbk-9,52%

Merosotnya harga saham SCMA sebesar 12,04 persen menjadi sorotan utama para pelaku pasar hari ini. Di sisi lain, saham WIFI mengekor di posisi kedua dengan koreksi hampir sepuluh persen, disusul erat oleh saham DEWA yang turun 9,52 persen.

Tren Penurunan Emiten Sepekan Terakhir

Koreksi mendalam yang terjadi pada hari ini melengkapi tren buruk pasar saham yang sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Pertanyaan publik mengenai "kenapa saham anjlok" tercermin dari data historis sepekan sebelumnya yang dihimpun oleh Investing.

Dalam sepekan terakhir, emiten DATA (Data Teknologi) sudah mencatatkan penurunan tajam hingga hampir 12 persen. Selain itu, beberapa emiten lain juga terpuruk dalam periode waktu yang sama, di antaranya:

  • PPRE (Pupuk Perkasa): turun lebih dari 10 persen
  • SSTM (Saham Telekomunikasi): kehilangan sekitar 9,5 persen nilai pasar
  • BREN (Bumi Resources): turun 8,3 persen
  • RLCO (Reliance Coal): turun 7,9 persen
  • MGLV (Mitra Global): mencatat penurunan 7,5 persen

Kondisi pasar yang memburuk ini mengingatkan pelaku pasar pada situasi beberapa bulan lalu. Menurut catatan historis, IHSG sempat mengalami penurunan sebesar 0,79 persen pada minggu yang berlokasi pada 7 April 2026 dan menembus level di bawah 7.000 poin.

Pergerakan Saham Berlawanan di Tengah Tekanan

Meskipun mayoritas saham berjatuhan ke zona merah, terdapat beberapa emiten di indeks LQ45 yang masih mampu bertahan dan mencatatkan kenaikan harga di sesi pertama hari ini. Pergerakan positif ini dipimpin oleh emiten sektor mineral dan energi.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk dengan kode saham CUAN sukses memimpin top gainers LQ45 dengan kenaikan sebesar 4,83 persen. Selanjutnya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menyusul dengan penguatan 3,07 persen, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik sebesar 2,29 persen.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Untuk memantau aktivitas transaksi dan mendapatkan pengawasan resmi, investor saat ini dapat mengakses berbagai perusahaan efek resmi. Salah satunya adalah PT Mega Capital Sekuritas yang merupakan broker saham terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan agen penjual reksa dana yang diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed