Bekasi Bangun Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik dengan Investasi Rp 3 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Kota Bekasi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantar Gebang, dengan investasi mencapai Rp 3 triliun, sebagai langkah mengolah sampah menjadi listrik.

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menargetkan fasilitas ini selesai pada akhir 2027 dan mulai beroperasi pertengahan 2028, dengan kapasitas mengolah lebih dari 500 ribu ton sampah tiap tahun atau sekitar 70% sampah Bekasi.

"Kita ekspektasi juga Insyaallah akhir 2027 atau awal 2028 udah selesai. Jadi emang kita ngebut lah," ujar Pandu saat peresmian PSEL Bekasi.

Menurut Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2025, listrik hasil pengolahan sampah akan dibeli dan disalurkan melalui PLN dengan harga US$ 0,20 per kWh untuk semua kapasitas.

Pandu menjelaskan fasilitas ini mampu menurunkan emisi dari tempat pembuangan akhir hingga 80% dan mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun.

"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi," tambahnya.

Selain itu, proyek senilai Rp 3 triliun ini diperkirakan dapat menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau dan mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga 90%.

"Permasalahan sampah bukanlah masalah yang hanya dialami oleh satu daerah atau satu orang saja. Permasalahan sampah adalah permasalahan bersama kita semua," kata Pandu.

Informasi ini dilansir dari Detik Finance.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed