Warga Sambut Positif Wacana CFD Jakarta Sabtu dan Minggu

Smallest Font
Largest Font

Warga Jakarta menyambut positif wacana pemerintah untuk menambah pelaksanaan Car Free Day (CFD) menjadi dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Penambahan hari ini dinilai memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat untuk berolahraga di akhir pekan.

Salah satu warga, Nana, menyatakan setuju jika CFD juga diterapkan pada hari Sabtu. Ia berpendapat, pelaksanaan CFD selama dua hari dapat menjadi alternatif bagi warga yang memiliki agenda keagamaan pada hari Minggu.

"Boleh, sepakat kalau mau diadakan Sabtu juga," ujar Nana.

"Untuk aku yang non-Muslim, hari Minggu jadi bisa fokus ibadah dan istirahat. Sabtu olahraga di CFD," tambahnya.

Okta, warga lainnya, mendukung pelaksanaan CFD pada Sabtu, Minggu, atau keduanya, asalkan tidak mengganggu aktivitas pada hari kerja. Ia menilai penambahan hari CFD merupakan langkah baik jika disertai pengaturan lalu lintas yang matang.

"CFD mau Sabtu atau Minggu atau keduanya menurutku oke. Aku sepakat kalau memang mau dua hari, asal jangan di hari kerja aja," kata Okta.

"Pertimbangkan aja rute alternatifnya kalau CFD benar mau dua hari," tuturnya.

Bani, warga lain, memilih bersikap fleksibel dan menyerahkan keputusan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Ia memahami pertimbangan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menyatakan CFD pada Sabtu tidak bisa diterapkan secara bersamaan di dua jalur utama.

"Aku kembali ke pemerintah aja, karena yang lebih paham plus minusnya," ujar Bani.

"Dari aku sendiri sepakat sih. Mungkin kalau Bapak Pramono bilangnya tidak mungkin di dua titik, ya sudah satu saja enggak masalah," jelasnya.

Pramono Anung menegaskan CFD di Jakarta tidak bisa digelar di Jalan Rasuna Said dan Sudirman-Thamrin secara bersamaan jika opsi penambahan hari Sabtu resmi diterapkan. Pemprov DKI Jakarta perlu menentukan salah satu lokasi yang paling memungkinkan.

"Tetapi kalau kemudian hari Sabtu kedua-duanya, apakah itu yang diatur oleh pemerintah pusat di Rasuna Said dan apa di Sudirman-Thamrin ini, tentunya enggak bisa dua-duanya, harus salah satu," ujar Pramono.

Wacana pelaksanaan CFD dua kali dalam sepekan sebelumnya disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, sebagai upaya mengatasi polusi udara. Pramono menyatakan usulan tersebut rasional dan sudah dibahas secara internal di Balai Kota.

"Yang pertama, saya sudah membaca usulan tersebut. Dan sebenarnya usulan itu cukup rasional. Maka di internal Balai Kota, kami sudah melakukan pembahasan," ujar Pramono.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed