Bitcoin Depot Ajukan Kebangkrutan dan Tutup Seluruh Jaringan ATM
Perusahaan penyedia ATM Bitcoin raksasa, Bitcoin Depot Inc., mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Selatan Texas pada Senin (18/5) waktu setempat. Langkah sukarela ini diambil untuk menghentikan operasional secara teratur, menjual aset perusahaan, dan menonaktifkan seluruh jaringan ATM Bitcoin di tengah pengetatan regulasi berbagai negara bagian.
Dilansir dari laporan CNBC Indonesia, keputusan penutupan ini terjadi setelah Bitcoin Depot mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2026 yang memburuk. Pendapatan perusahaan anjlok hingga 49 persen secara tahunan dengan catatan kerugian bersih mencapai US$9,5 juta, serta penurunan laba kotor sebesar 85 persen menjadi US$45 juta.
Tekanan terhadap perusahaan yang berbasis di Atlanta ini semakin berat akibat gugatan hukum tingkat tinggi dari jaksa agung di Massachusetts dan Iowa atas dugaan memfasilitasi penipuan kripto. Berdasarkan data yang dihimpun, kerugian akibat penipuan ATM kripto secara industri melonjak 58 persen dari tahun 2024 hingga mencapai rekor US$389 juta pada tahun lalu.
Sebelum mengalami kebangkrutan, Bitcoin Depot tercatat mengoperasikan 9.276 kios ATM yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia hingga Agustus 2025. Selain menghadapi tekanan hukum, perusahaan juga sempat menjadi korban serangan siber yang mengakibatkan pencurian Bitcoin senilai US$3,665 juta, meskipun insiden tersebut diklaim tidak membahayakan data pelanggan.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa pengetatan pengawasan oleh regulator, yang mencakup pembatasan nilai transaksi, kewajiban pemeriksaan identitas yang lebih ketat, hingga persyaratan perizinan baru, telah melipatgandakan biaya operasional sekaligus menggerus volume transaksi.
“Lingkungan regulasi bagi operator BTM telah berubah secara signifikan.” ujar Alex Holmes, CEO Bitcoin Depot.
Menurut laporan CoinDesk, perubahan regulasi tersebut secara langsung memukul fondasi keuangan perusahaan dan membuat kelangsungan usaha tidak lagi dapat dipertahankan di bawah koridor hukum yang baru.
“Negara-negara bagian memberlakukan kewajiban kepatuhan yang makin ketat, termasuk batasan transaksi baru, dan di beberapa yurisdiksi, pembatasan atau larangan langsung terhadap operasi BTM (Bitcoin ATM). Operator menghadapi peningkatan litigasi dan penegakan peraturan,” kata Alex Holmes, CEO Bitcoin Depot.
Manajemen menegaskan bahwa model bisnis konversi mata uang digital secara tunai lewat kios fisik ini sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan kepatuhan hukum saat ini.
“Pengembangan aturan terbaru telah berdampak pada bisnis dan keuangan Bitcoin Depot. Di bawah kondisi saat ini, model bisnis perusahaan tak bisa bertahan,” ia menambahkan.
Proses likuidasi aset kini berpusat di pengadilan kebangkrutan Amerika Serikat, dengan ketentuan jaringan anjungan tunai mandiri yang sudah berstatus tidak berfungsi.
“Jaringan BTM perusahaan telah dinonaktifkan.” tegas Bitcoin Depot.
Untuk penanganan operasional di luar wilayah hukum utama, entitas anak perusahaan di Kanada akan dimasukkan ke dalam proses peradilan kebangkrutan di Amerika Serikat, sementara entitas non-AS lainnya di Australia akan ditutup secara bertahap mengikuti regulasi lokal yang berlaku di negara tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow