BMKG Laporkan Sebaran Debu Vulkanik dari 5 Gunung Api di Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi terbaru mengenai kondisi erupsi dan sebaran debu vulkanik dari lima gunung api di Indonesia berdasarkan citra RGB Himawari-9 pada Kamis, 10 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Analisis citra satelit menunjukkan dua gunung api tidak terdeteksi sebaran debu vulkanik, satu gunung tidak dapat diamati karena tertutup awan, dan tiga gunung lainnya menunjukkan aktivitas debu vulkanik yang tersebar pada ketinggian tertentu.
Gunung Anak Krakatau dan Gunung Lewotolo tidak terdeteksi sebaran debu vulkanik, namun BMKG menegaskan aktivitas debu vulkanik belum berhenti.
Gunung Dukono di Maluku Utara mengeluarkan debu vulkanik hingga ketinggian 7.000 kaki (2,1 km) yang bergerak ke arah Barat Laut hingga Timur Laut, meliputi wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan Perairan Barat Daya Morotai.
Gunung Semeru di Jawa Timur tidak dapat diamati sebaran debunya karena tertutup awan.
Gunung Ibu di Maluku Utara aktif mengeluarkan debu vulkanik setinggi 7.000 kaki yang bergerak ke arah Barat Laut, berpotensi memengaruhi Kabupaten Halmahera Barat, Perairan Halmahera Barat, dan Kabupaten Halmahera Utara.
BMKG juga menyampaikan prakiraan cuaca di sekitar gunung api tersebut selama periode pagi hingga dini hari 11 September 2026, dengan kondisi bervariasi antara cerah, berawan, hingga kabut tebal di beberapa wilayah.
BMKG mengingatkan masyarakat akan dampak debu vulkanik terhadap kesehatan seperti iritasi mata dan kulit serta gangguan pernapasan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Dampak lain berupa pengurangan jarak pandang, jalan licin, serta gangguan pada aktivitas penerbangan dan pelayaran juga menjadi perhatian.
BMKG mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan memantau informasi resmi, terutama bagi yang berada di sekitar Selat Sunda Barat Pandeglang, sebagian Kabupaten Lembata, Selat Flores-Lamakera, serta wilayah di sekitar Halmahera dan Morotai.
Pengawasan terhadap informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti arahan dari BMKG, Badan Geologi, dan pemerintah daerah menjadi penting untuk mengantisipasi dampak debu vulkanik ini, dilansir dari Detikcom.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow