BMKG menyatakan tak ada potensi tsunami akibat gempa Kumamoto

Smallest Font
Largest Font

BMKG mengonfirmasi tidak ada potensi tsunami di seluruh Indonesia akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,8 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa petang waktu setempat. Pemodelan BMKG menilai gempa itu tidak memicu gelombang tsunami ke wilayah Indonesia.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyampaikan hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia. Ia juga menyebut peristiwa tersebut memiliki parameter pemutakhiran magnitudo 6,8.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," kata dia.

BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 32,59 derajat LU dan 130,68 derajat BT. Pusat gempa dilaporkan berada tepat di darat pada jarak 6 kilometer arah Barat Daya Uki, Prefektur Kumamoto, Jepang.

Gempa terjadi sebagai jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan geser (strike slip). BMKG juga mencatat satu kali aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 6,3 setidaknya sampai pukul 15.15 WIB.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg," kata Wijayanto

Media melaporkan gempa bermagnitudo 7,1 juga mengguncang selatan Jepang dan memicu peringatan tsunami. Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan darurat untuk Prefektur Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki di pulau Kyushu bagian selatan.

Reuters dan Kyodo News melaporkan bahwa Kyushu Electric Power tidak melaporkan gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir Sendai dan Genkai setelah gempa. Sementara itu, BMKG juga mencatat sejumlah gempa lain di Indonesia pada periode berbeda.

BMKG mencatat gempa magnitudo 3,4 mengguncang barat daya Pacitan, Jawa Timur, pada Sabtu 25 Juli 2026 siang, tepatnya pukul 14.53.51 WIB. Episenter berada di koordinat 10,02 Lintang Selatan dan 110,36 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG melaporkan hingga informasi awal disampaikan belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban. Di sisi lain, gempa magnitudo 3,9 mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa 28 Juli 2026 sekitar pukul 09:20:42 WIB.

Pusat gempa Malang berada di koordinat 10,72 Lintang Selatan dan 112,86 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer, sekitar 288 kilometer di tenggara Kabupaten Malang. Hingga berita diturunkan, BMKG melaporkan belum ada informasi mengenai kerusakan atau korban.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed