BNPB dan BMKG Kendalikan Karhutla 8.900 Hektare di Kalsel

Smallest Font
Largest Font

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Selatan dengan luas terbakar mencapai 8.900 hektare per 22 Agustus 2026.

BMKG mencatat 776 titik panas tersebar di wilayah Kalsel, terutama di Kabupaten Banjar, Tapin, dan Tanah Laut. Sebaran asap dari kebakaran ini menjalar hingga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, menyebabkan jarak pandang di Kalsel menurun drastis hingga 200 meter pada pagi hari 22 Agustus.

Utari Randiana, Staf Operasional Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalsel, menjelaskan arah angin yang membawa asap umumnya dari timur ke tenggara dengan kecepatan 5-15 knot, menyebarkan kabut asap di bagian barat dan utara Kalsel.

Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Ariansyah, menambahkan kabut asap terlihat signifikan di Banjarbaru, serta daerah perbatasan dengan Kalimantan Tengah yang memiliki lahan gambut luas.

Brigjen TNI Djohan Darmawan, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, menyampaikan BNPB telah mengerahkan sekitar 9.800 personel gabungan dan 9 unit helikopter untuk pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran.

"Di Kalimantan Selatan ada beberapa hotspot yang cukup tinggi khususnya berada di Ring 1 yang mendekati bandara: Kota Banjar, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut," ujar Djohan.

Djohan menjelaskan kabut asap sempat muncul pada 19-20 Agustus dan menjadi perhatian serius karena berdampak pada operasional Bandara Syamsudin Noor. Dalam penanganan, BNPB juga memetakan bandara alternatif di Tabalong untuk mendukung mobilisasi unit pemadam.

"Terjadinya peningkatan di wilayah Kalimantan Selatan ini terhitung mulai tanggal 21 sudah diatensi oleh satuan darat maupun satuan udara untuk memadamkan lokasi-lokasi yang apinya sudah cenderung meningkat," tambahnya.

BPBD Kalsel juga mendapat tambahan dua helikopter dari BNPB, satu dari Provinsi Riau yang dijadwalkan tiba pada 23 Agustus, dan satu lagi dari Nusa Tenggara Timur yang waktu kedatangannya belum pasti, guna memperkuat operasi udara yang sudah memiliki lima unit armada berfungsi memadamkan dan patroli.

Armada helikopter yang digunakan meliputi MI-8AMT, UH-60L, AS332C1 Superpuma, Bell 206 Jet Ranger, dan pesawat C208B-EX dengan kapasitas dan kemampuan berbeda sesuai kebutuhan operasi.

BNPB juga memperkuat penanganan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah dengan menyiagakan helikopter patroli dan water bombing, serta mendirikan base satgas udara di beberapa lokasi strategis.

Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses, BNPB menyediakan lima unit motor trail, mobil tangki air, pompa kecil, dan flexible tank sebagai bagian dari upaya penanggulangan karhutla.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed