BNPB Perkuat Operasi Darat dan Udara Tangani Karhutla di Kalimantan

Smallest Font
Largest Font

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi udara dan darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas di Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Operasi ini melibatkan satuan tugas udara yang terdiri dari helikopter patroli, pesawat operasi modifikasi cuaca (OMC), dan helikopter water bombing, dengan total 39 unit unsur udara yang dikerahkan untuk memantau dan memadamkan api.

Di Kalimantan Barat, BNPB mengerahkan dua helikopter patroli, satu pesawat OMC, dan lima helikopter water bombing. Titik panas di wilayah ini mencapai 198 dengan tingkat kepercayaan tinggi, terutama di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara, menurut laporan Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo.

"Terpantau ada 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat," ujar Bulo.

Selain itu, terdapat ribuan hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan rendah yang tersebar di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat.

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan langsung ke titik kebakaran di Kalimantan Barat untuk memantau kondisi lapangan dan menerima laporan dari pejabat setempat.

"Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata dan sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi," kata Prabowo saat kunjungan tersebut.

BNPB juga menguatkan operasi darat melalui pengaktifan posko dan satuan tugas di daerah terdampak. Posko berfungsi sebagai pusat koordinasi dalam pemantauan, pengerahan personel, dan pengelolaan sumber daya untuk pemadaman karhutla.

Dalam penanganan karhutla, BNPB mengedepankan langkah pencegahan dengan melibatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci dalam menekan munculnya titik api.

Visual citra satelit NOAA-20 pada 20 Agustus 2026 menunjukkan Kalimantan diselimuti asap dan titik panas tersebar di hampir seluruh wilayah, dengan Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik panas terbanyak yaitu 976 titik, diikuti oleh Kalimantan Barat dengan 489 titik.

BMKG juga mencatat ribuan titik panas tingkat kepercayaan tinggi tersebar di Kalimantan, memperlihatkan peningkatan aktivitas karhutla yang menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed