BNPB Laporkan Penambahan Pengungsi dan Kerusakan Akibat Gempa di NTT
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan jumlah pengungsi akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 92.735 orang pada Kamis (20/8/2026), naik dari sebelumnya 59.647 orang.
Penambahan pengungsi ini disebabkan oleh gempa susulan yang terus terjadi, dengan wilayah terdampak terbanyak di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan, "Di catatan kami bertambah 33.088 jiwa dengan rincian yang paling banyak berasal dari Kabupaten Nagekeo bertambah 21.883 jiwa, di Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa."
Selain itu, data terbaru menunjukkan jumlah rumah yang rusak akibat gempa juga bertambah sebanyak 7.187 unit sehingga total rumah rusak mencapai 36.163 unit.
Berton menambahkan, "Rumah yang rusak menurut data kami yang perbarui menjadi 36.163 unit. Bertambah 7.187 unit karena pendataan yang semakin akurat."
BNPB melaporkan distribusi bantuan dari Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang telah mengirimkan total 167 ton bantuan ke Bandara Labuan Bajo dan Bandara Maumere.
"Pada hari ini, Pos Logistik Halim mengirim bantuan 42 ton dari hasil donasi, dan 60 ton yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP). Sehingga total hari ini yang bisa dikirim mencapai 102 ton. Kami terus akan mengirimkan bantuan-bantuan ini," ujar Berton.
Korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT bertambah empat jiwa menjadi 75 orang. Penambahan ini terjadi di Kabupaten Sikka sebanyak dua jiwa, Kabupaten Manggarai satu jiwa, dan Nagekeo satu jiwa.
BNPB juga mencatat korban luka-luka bertambah sembilan menjadi total 907 orang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow