Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT 38 Orang Meninggal Dunia
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB, menyebabkan 38 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami usai gempa utama berpusat di laut tersebut, sebelum akhirnya resmi dicabut pada pukul 07.30 WIB.
Hingga pukul 15.00 WIB, BMKG mencatat terjadi 31 kali gempa susulan di wilayah NTT, dengan empat di antaranya memiliki magnitudo cukup besar yang terjadi pada Sabtu pagi.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memaparkan rincian guncangan susulan tersebut dalam konferensi pers daring di Jakarta.
"Dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan informasi bahwa sampai pukul 15.00 hari ini sudah terjadi 31 kali gempa susulan," kata Suharyanto.
Aktivitas seismik tercatat cukup intensif pada pagi hari dengan beberapa kali guncangan kuat di kedalaman 10 kilometer di bawah laut.
"Yang pertama, gempa susulan yang cukup besar magnitudonya 6,2, pada pukul 05.13, hampir sama dengan gempa yang pertama, di kedalaman 10 km dan tetap berada di laut," kata Suharyanto.
Rangkaian guncangan berlanjut dengan gempa bermagnitudo 5,5 pada pukul 05.13:53 WIB, gempa magnitudo 6,2 pada pukul 05.28 WIB, serta gempa magnitudo 5,6 pada pukul 05.37 WIB.
"(Gempa susulan) yang cukup besar ini ada di pagi hari. Sejak pukul 07.00 pagi sampai sekarang sudah tidak ada lagi gempa-gempa dengan magnitudo besar," kata Suharyanto.
Guna mengoptimalkan penanganan darurat dan pendataan korban, Kepala BNPB menginstruksikan pemerintah daerah untuk segera menetapkan status tanggap darurat dan mengaktifkan pos komando.
Pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait langsung melakukan tindakan tanggap darurat secara paralel di lokasi bencana.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memberikan instruksi dalam rapat koordinasi lintas instansi di Jakarta.
"Upaya penyelamatan, pelayanan kesehatan, pemulihan infrastruktur dasar, seperti rumah sakit perlu menjadi prioritas," kata Pratikno.
Pemerintah pusat mendorong pemetaan kebutuhan lapangan agar pengerahan bantuan dapat berjalan tepat sasaran.
"Mohon identifikasi sehingga pemerintah pusat segera dapat mengerahkan dukungan lebih efektif," kata Pratikno.
Penanganan darurat bencana ini mendapat atensi langsung dari Presiden Prabowo yang menginstruksikan pengerahan bantuan pusat melalui BNPB.
Bantuan logistik awal disalurkan dari gudang BNPB di Flores Timur serta gudang Kementerian Sosial di Kupang menuju lokasi terdampak seperti Nagekeo dan Sikka.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Bali dan NTB dikerahkan untuk mengevakuasi korban tertimpa reruntuhan, sementara Kementerian Pekerjaan Umum menangani pembersihan material longsor di jalan dan sungai.
Sektor kesehatan mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) dan memberangkatkan tim Pusat Krisis Kemenkes ke lokasi bencana.
Kementerian Perhubungan melaporkan lima dari 15 bandara di NTT mengalami kerusakan pada bangunan terminal namun landasan pacu tetap aman digunakan, sedangkan dua fasilitas pelabuhan mengalami rusak berat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow