Aksi Boikot Sejumlah Negara Warnai Gelaran Eurovision Song Contest 2026
Gelaran Grand Final Eurovision Song Contest ke-70 di Wiener Stadthalle, Wina, Austria, pada Sabtu (16/5/2026) diwarnai aksi boikot dari sejumlah negara peserta. Langkah ini memicu ketegangan politik setelah Spanyol, Irlandia, Belanda, Slovenia, dan Islandia menarik diri sebagai bentuk protes atas keputusan European Broadcasting Union (EBU) yang tetap mengizinkan Israel berkompetisi.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyampaikan sikap resmi negaranya melalui pesan video di media sosial X pada Jumat (15/5/2026). Ia menegaskan boikot tersebut didasari atas tindakan genosida Israel di Gaza serta serangan ke Lebanon.
"Itulah mengapa Spanyol tidak berpartisipasi di Kontes Eurovision, karena komitmen kami terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional juga diekspresikan melalui kebudayaan," kata Sanchez, sebagaimana dikutip Anadolu.
Sanchez membandingkan kebijakan EBU saat ini dengan situasi ketika Rusia dikeluarkan dari Eurovision pada tahun 2022 akibat invasi ke Ukraina. Ia pun menuntut penerapan prinsip yang adil tanpa standar ganda.
"Ketika Rusia menginvasi Ukraina, mereka dilarang mengikuti kontes dan Spanyol mendukung keputusan itu. Prinsip-prinsip ini juga harus berlaku ketika kita membicarakan Israel. Tidak boleh ada standar ganda," kata Sanchez.
Lebih lanjut, Sanchez menyatakan bahwa negara-negara partisipan tidak boleh abai demi menjaga esensi kompetisi yang dirancang untuk mempromosikan perdamaian dunia.
"Kita tidak boleh abai dengan apa yang terus terjadi di Gaza dan Lebanon. Ini masalah konsistensi, tanggung jawab, dan kemainan," kata Sanchez.
Aksi serupa diikuti Slovenia yang mengganti siaran festival musik ini dengan program khusus untuk Palestina, sementara lembaga penyiaran publik Islandia RÚV menyatakan adanya tekanan sosial internal yang kuat.
"In the current situation, there is no peace and joy associated with this contest. Therefore, first and foremost, we are withdrawing as long as the situation remains the same." tegas Stefan Eiriksson, Direktur Jenderal RÚV.
Imbas ketegangan politik ini, sekitar 2.000 orang menggelar demonstrasi di pusat kota Wina yang membuat keamanan di sekitar Wiener Stadthalle diperketat. EBU sempat mengubah aturan pemungutan suara penonton menjadi maksimal 10 suara per orang dengan biaya hingga 0,99 euro demi menekan kecurangan setelah perwakilan Israel disoraki penonton.
Di tengah polemik tersebut, penyanyi Bulgaria bernama Dara berhasil mencetak sejarah dengan meraih kemenangan pertama untuk negaranya sejak bergabung pada tahun 2005 lewat total 516 poin. Lagu andalannya yang berjudul "Bangaranga" memadukan musik pop modern dengan unsur cerita rakyat yang terinspirasi dari ritual kuno kukeri di Bulgaria.
"pop music with folklore bones" cetus Dara, Penyanyi Bulgaria.
Sebelum meraih kesuksesan internasional ini, Dara telah mendedikasikan pengalamannya sebagai pelatih di The Voice of Bulgaria sejak 2021 dan mencatatkan berbagai lagu hit nomor satu di tangga musik lokal.
"bangaranga is a special energy that everyone has got in themselves, a feeling that everything is possible." kata Dara, Penyanyi Bulgaria.
Atmosfer penampilannya di atas panggung malam itu juga digambarkan secara eksplisit melalui penggalan lirik dari lagu yang ia bawakan.
"Surrender to the blinding lights. No one’s gonna sleep tonight. Welcome to the riot." bunyi lirik lagu Dara, Penyanyi Bulgaria.
Hasil akhir kompetisi menempatkan perwakilan dari berbagai negara dalam klasemen dari papan atas hingga papan bawah.
| Peringkat | Kontestan | Asal Negara | Total Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Dara | Bulgaria | 516 |
| 2 | Noam Bettan | Israel | 343 |
| 3 | Alexandra Căpitănescu | Rumania | 296 |
| 4 | Delta Goodrem | Australia | Tidak Disebutkan |
| 5 | Sal Da Vinci | Italia | Tidak Disebutkan |
| Dasar Klasemen | Sam Battle (Look Mum No Computer) | Inggris Raya | 1 |
Utusan Inggris Raya, Sam Battle, yang tampil menggunakan nama panggung Look Mum No Computer dengan instrumen rakitan sendiri, harus terpuruk di dasar klasemen akhir setelah hanya mendapatkan 1 poin dari juri.
"It would be nice to win, of course. I won't be horrified if I don't win. There are a lot of very good acts that we're playing with. I'm going for the experience, and regardless of the outcome, I'm going to try my hardest, be myself and have a lot of fun." ujar Sam Battle, perwakilan Inggris Raya.
Dukungan penuh di arena Wina diberikan langsung oleh orang tua Sam, Jane dan Alan, yang menceritakan bahwa putranya tersebut baru saja menjadi seorang ayah beberapa minggu lalu dan selalu gemar membongkar pasang barang sejak kecil.
"The first thing he did when I gave him a trike, wasn't to try and ride it, it was to turn it upside down and see if he could get the wheels off - he's always been like that. He'll try and build anything, take it apart, see how it works." kata Jane, ibu Sam Battle.
Jane menambahkan bahwa meski pekan ini terasa sangat cepat berlalu, ia merasa sangat bangga dengan pencapaian putranya di panggung Eurovision.
"What an experience, I mean, how many people can say this is what they've done?" ujar Jane.
Setelah kompetisi selesai, Jane berseloroh mengenai aktivitas pengasuhan anak serta proyek unik lainnya yang akan segera dilanjutkan oleh Sam.
"Changing nappies, and then probably getting on with another mad project. He's got quite a few on the go. He's got a car that he's rebuilding; it'll probably have flames coming out and make a tune." kata Jane sambil tersenyum.
Selain dinamika politik, jalannya kompetisi juga menguras fisik peserta, di mana kontestan asal Swedia, Felicia, dilaporkan sempat pingsan di belakang panggung akibat dehidrasi dan penurunan tekanan darah setelah gladi resik kedua hari Jumat.
“The dress rehearsal yesterday felt great. But it was so incredibly hot in the green room and the more time went by I felt like I was getting more and more dizzy and when I got to the dressing room I was very weak. I got great help from the medical staff on site. Now I have slept well, drunk as much water as I can and have eaten. So now I am super” kata Felicia, kontestan Swedia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow