Dara Menangkan Eurovision 2026 di Tengah Boikot Sejumlah Negara
Penyanyi asal Bulgaria, Dara, berhasil mengukir sejarah dengan menjuarai Grand Final Eurovision Song Contest ke-70 melalui lagu "Bangaranga" di Wiener Stadthalle, Wina, Austria, pada Sabtu (16/5/2026). Kemenangan ini diraih di tengah gelombang boikot dari sejumlah negara peserta.
Dilansir dari Yahoo dan AP News, Dara mengumpulkan total 516 poin yang terdiri dari 204 poin juri nasional dan 312 poin pilihan penonton. Lagu milik mantan kontestan X Factor Bulgaria tersebut memadukan musik pop modern dengan unsur cerita rakyat yang terinspirasi dari ritual kuno kukeri.
"pop music with folklore bones" cetus Dara, Penyanyi Bulgaria.
Sebelum meraih kesuksesan internasional ini, Dara telah mendedikasikan pengalamannya sebagai pelatih di The Voice of Bulgaria sejak 2021. Ia juga mencatatkan berbagai lagu hit nomor satu di tangga musik lokal negaranya.
"bangaranga is a special energy that everyone has got in themselves, a feeling that everything is possible." kata Dara, Penyanyi Bulgaria.
Atmosfer penampilannya di atas panggung malam itu juga digambarkan secara eksplisit melalui penggalan lirik dari lagu yang ia bawakan.
"Surrender to the blinding lights. No one’s gonna sleep tonight. Welcome to the riot." bunyi lirik lagu Dara, Penyanyi Bulgaria.
Kompetisi tahun ini menyisakan kekecewaan bagi utusan Inggris Raya, Sam Battle. Tampil menggunakan nama panggung Look Mum No Computer dengan instrumen rakitan sendiri, ia terpuruk di dasar klasemen akhir setelah hanya mendapatkan 1 poin dari juri.
"It would be nice to win, of course. I won't be horrified if I don't win. There are a lot of very good acts that we're playing with. I'm going for the experience, and regardless of the outcome, I'm going to try my hardest, be myself and have a lot of fun." ujar Sam Battle, perwakilan Inggris Raya.
Dukungan penuh di arena Wina diberikan langsung oleh orang tua Sam, Jane dan Alan. Jane menceritakan bahwa putranya tersebut baru saja menjadi seorang ayah beberapa minggu lalu dan selalu gemar membongkar pasang barang sejak kecil.
"The first thing he did when I gave him a trike, wasn't to try and ride it, it was to turn it upside down and see if he could get the wheels off - he's always been like that. He'll try and build anything, take it apart, see how it works." kata Jane, ibu Sam Battle.
Jane menambahkan bahwa meski pekan ini terasa sangat cepat berlalu, ia merasa sangat bangga dengan pencapaian putranya di panggung Eurovision.
"What an experience, I mean, how many people can say this is what they've done?" ujar Jane, ibu Sam Battle.
Setelah kompetisi selesai, Jane berseloroh mengenai aktivitas pengasuhan anak serta proyek unik lainnya yang akan segera dilanjutkan oleh Sam.
"Changing nappies, and then probably getting on with another mad project. He's got quite a few on the go. He's got a car that he's rebuilding; it'll probably have flames coming out and make a tune." kata Jane, ibu Sam Battle.
Di sisi lain, gelaran tahun ini diwarnai aksi boikot dari Spanyol, Irlandia, Belanda, Slovenia, dan Islandia. Mereka menarik diri sebagai protes atas keputusan European Broadcasting Union (EBU) yang tetap mengizinkan Israel berkompetisi.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, membela keputusan boikot negaranya melalui pesan video di media sosial X pada Jumat (15/5/2026). Menurut laporan Anadolu, Sanchez menyoroti tindakan genosida Israel di Gaza serta serangan ke Lebanon.
"Itulah mengapa Spanyol tidak berpartisipasi di Kontes Eurovision, karena komitmen kami terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional juga diekspresikan melalui kebudayaan," kata Sanchez, Perdana Menteri Spanyol.
Sanchez juga membandingkan situasi ini dengan dikeluarkannya Rusia dari Eurovision pada tahun 2022 akibat invasi ke Ukraina.
"Ketika Rusia menginvasi Ukraina, they dilarang mengikuti kontes dan Spanyol mendukung keputusan itu. Prinsip-prinsip ini juga harus berlaku ketika kita membicarakan Israel. Tidak boleh ada standar ganda," kata Sanchez, Perdana Menteri Spanyol.
Ia menambahkan bahwa negara-negara partisipan tidak boleh tinggal diam demi menjaga esensi kompetisi yang dibuat untuk mempromosikan perdamaian dunia.
"Kita tidak boleh abai dengan apa yang terus terjadi di Gaza dan Lebanon. Ini masalah konsistensi, tanggung jawab, dan kemanusiaan," kata Sanchez, Perdana Menteri Spanyol.
Langkah boikot serupa diikuti oleh Slovenia yang mengganti siaran festival musik ini dengan program khusus untuk Palestina. Sementara itu, Direktur Jenderal lembaga penyiaran publik Islandia RÚV, Stefan Eiriksson, menjelaskan bahwa penarikan diri negaranya didorong oleh tekanan sosial internal yang kuat.
"In the current situation, there is no peace and joy associated with this contest. Therefore, first and foremost, we are withdrawing as long as the situation remains the same." tegas Stefan Eiriksson, Direktur Jenderal RÚV.
Selain dinamika politik, jalannya kompetisi juga menguras fisik peserta. Kontestan asal Swedia, Felicia, dilaporkan sempat pingsan di belakang panggung akibat dehidrasi dan penurunan tekanan darah setelah gladi resik kedua hari Jumat.
“The dress rehearsal yesterday felt great. But it was so incredibly hot in the green room and the more time went by I felt like I was getting more and more dizzy and when I got to the dressing room I was very weak. I got great help from the medical staff on site. Now I have slept well, drunk as much water as I can and have eaten. So now I am super ready for the day," kata Felicia, Kontestan Swedia.
Terlepas dari berbagai kontroversi yang membayangi, sejarawan Eurovision Dean Vuletic memberikan pandangan mengenai karakteristik unik para pemenang di panggung festival musik tahunan ini.
"Eurovision has never really been a contest for big" kata Dean Vuletic, Sejarawan Eurovision.
Berikut adalah daftar lengkap posisi lima besar serta posisi buncit dalam babak final Eurovision Song Contest ke-70 di Wina.
| Posisi | Negara | Perwakilan | Total Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | Bulgaria | Dara | 516 |
| 2 | Israel | Noam Bettan | 343 |
| 3 | Rumania | Alexandra Căpitănescu | 296 |
| 4 | Australia | Delta Goodrem | Pihak Kedua |
| 5 | Italia | Sal Da Vinci | Pihak Ketiga |
| Terakhir | Inggris Raya | Sam Battle (Look Mum No Computer) | 1 |
Ketegangan politik selama acara memicu demonstrasi sekitar 2.000 orang di pusat kota Wina, yang membuat pihak keamanan menerapkan penjagaan ketat di sekitar arena Wiener Stadthalle. EBU sempat mengubah aturan pemungutan suara penonton menjadi maksimal 10 suara per orang dengan biaya hingga 0,99 euro setelah perwakilan Israel mendapat sorakan ejekan dari penonton.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow