Bos AI Muda di Silicon Valley Raih Kekayaan Miliaran Dolar

Smallest Font
Largest Font

Deretan bos muda di bidang kecerdasan buatan (AI) di Silicon Valley kini menjadi miliarder dengan kekayaan miliaran dolar. Mereka sukses membangun startup dan melakukan investasi besar di sektor AI yang sedang berkembang pesat.

Menurut Forbes, terdapat lebih dari 80 miliarder AI dengan total kekayaan mencapai USD 2,9 triliun, di mana 45 orang baru masuk daftar tahun lalu. Pasar AI diperkirakan mencapai puncak dengan valuasi mencapai triliunan dolar pada tahun ini.

Alexander Fromm Lurie, agen real estat San Francisco, mengatakan, "Kami lihat banyak orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an punya akses ke dana besar. Demografinya jadi lebih muda karena betapa cepat valuasi perusahaan-perusahaan tersebut tumbuh."

Lucy Guo, 31 tahun, salah satu pendiri ScaleAI, membangun kekayaan sebesar USD 1,3 miliar sejak usia 21 tahun. "Saya mengumpulkan kekayaan dari saham 5% di ScaleAI yang kini bernilai USD 29 miliar," ujar Guo. Ia kini membagi waktu antara Los Angeles dan Miami, dengan rumah mewah senilai USD 30 juta di Hollywood Hills.

Leopold Aschenbrenner, investor AI berusia 24 tahun, memiliki kekayaan sekitar USD 300 juta. "Dana lindung nilai saya fokus pada AI dan pernah memiliki saham USD 5 miliar di Anthropic," kata Aschenbrenner. Ia tinggal di San Francisco dan membeli rumah bersejarah seharga hampir USD 20 juta di Nob Hill.

Tiga pendiri Mercor yang berusia 23 tahun, Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha, menjadi miliarder self-made termuda setelah startup mereka mencapai valuasi USD 10 miliar. "Kami berfokus pada pelabelan data dan telah mendapatkan pendanaan USD 350 juta," kata mereka. Namun, belum ada laporan pembelian mewah dari mereka.

Steven Hao, 30 tahun, co-founder Cognition AI, memiliki kekayaan sekitar USD 1,3 miliar setelah valuasi perusahaan mendekati USD 10,2 miliar. "Kami mengembangkan agen AI yang bisa merencanakan dan menulis kode," ujar Hao, yang sebelumnya bekerja di Scale AI.

Aravind Srinivas, CEO Perplexity, dengan kekayaan sekitar USD 2,1 miliar, mendirikan perusahaan mesin penjawab AI yang menantang mesin pencari tradisional. "Saya mendedikasikan hampir seluruh waktu saya untuk membangun perusahaan ini," kata Srinivas. Ia juga aktif sebagai investor awal startup teknologi dan AI.

Yuhai Wu, 31 tahun, co-founder xAI yang diakuisisi SpaceX dengan valuasi gabungan USD 1,25 triliun, membeli rumah mewah senilai USD 70 juta di San Mateo County. "Akuisisi tersebut membuat kekayaanku melonjak," ujar Wu, yang kini meninggalkan xAI setelah akuisisi tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed