Warren Buffett Kritik Belanja Modal AI dan Tegaskan Prinsip Investasi
Pimpinan Berkshire Hathaway Warren Buffett menyampaikan kritiknya terhadap lonjakan belanja modal perusahaan teknologi untuk kecerdasan buatan (AI) yang menembus ratusan miliar dolar AS, sembari menegaskan kembali pentingnya disiplin serta kesabaran dalam berinvestasi.
Buffett menyamakan pengeluaran masif di sektor AI tersebut dengan gelembung spekulasi pada industri rel kereta api abad ke-19. Menurut laporan publika.id pada 5 Agustus 2026, strategi utamanya tetap berfokus pada pembelian saham dari bisnis yang dipahami serta menjaga margin of safety dengan membeli di bawah nilai intrinsik.
Prinsip mendasar tersebut diterapkan untuk meminimalkan risiko bahaya dalam mengambil keputusan finansial.
"Risiko muncul ketika Anda tidak mengetahui apa yang sedang Anda lakukan," ujar Warren Buffett, Investor Legendaris.
Selain itu, menjaga cadangan kas besar dinilai menjadi langkah krusial untuk memberikan fleksibilitas tanpa perlu bergantung pada utang berlebih.
"Aturan pertama adalah jangan pernah kehilangan uang. Aturan kedua, jangan pernah melupakan aturan pertama," tutur Warren Buffett, Investor Legendaris.
Untuk masyarakat luas, alokasi dana ideal yang disarankannya sejak surat tahunan 2013 adalah 90 persen pada reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah dan 10 persen pada obligasi pemerintah jangka pendek.
"Investor biasa tidak butuh keahlian rumit itu. Secara keseluruhan, bisnis di AS telah berkinerja sangat baik dari waktu ke waktu dan akan terus begitu," kata Warren Buffett, Investor Legendaris.
Meskipun menyoroti lonjakan belanja modal sektor AI, Berkshire Hathaway membeli 17,85 juta saham Alphabet serta menambah investasi sebesar 10 miliar dolar AS pada Juni 2026 berkat arus kas kuat yang dimiliki perusahaan tersebut.
"Dengan Google dan semua pesaingnya, mereka mengeluarkan ratusan miliar dolar. Itu uang nyata... Uang sebesar itu bahkan tidak pernah ada di bisnis rel kereta api," ungkap Warren Buffett, Investor Legendaris.
Guna melindungi bisnis dari guncangan persaingan pasar, keberadaan keunggulan kompetitif seperti kekuatan merek dan efisiensi biaya dianggap mutlak.
"Dalam bisnis, saya mencari kastel ekonomi yang dilindungi parit pertahanan yang tidak dapat ditembus," ujar Warren Buffett, Investor Legendaris.
Ketersediaan likuiditas yang melimpah memberi perusahaan daya tanggap tinggi saat pasar saham mengalami koreksi.
"Kas yang dipadukan dengan keberanian saat krisis adalah sesuatu yang tak ternilai," kata Warren Buffett, Investor Legendaris.
Pasar finansial dinilai bertindak sebagai mekanisme yang mengalihkan kekayaan berdasarkan tingkat kesabaran para pelakunya.
"Pasar saham adalah alat untuk memindahkan uang dari orang yang tidak sabar kepada mereka yang sabar," ujar Warren Buffett, Investor Legendaris.
Ia juga memberi peringatan agar investor tidak mengambil risiko yang tidak perlu demi mengejar hal yang tidak dibutuhkan.
"Jangan pernah mempertaruhkan apa yang Anda miliki dan butuhkan demi memperoleh sesuatu yang tidak Anda miliki dan sebenarnya tidak Anda perlukan," tambah Warren Buffett, Investor Legendaris.
Dalam konteks pengelolaan sumber daya manusia, integritas dipandang sebagai aspek terpenting di samping kecerdasan dan energi.
"Kami mencari tiga hal saat merekrut orang (yaitu) kecerdasan, inisiatif atau energi, dan integritas. Jika mereka tidak memiliki faktor yang terakhir (integritas), dua faktor pertama justru akan menghancurkan Anda," kata Warren Buffett, Investor Legendaris.
Di samping komitmen investasinya, pemegang saham utama ini berencana mendonasikan seluruh saham Berkshire Hathaway miliknya kepada empat yayasan keluarga dan amal paling lambat 31 Desember 2034.
"Tentu saja, kematian tidak dapat diprediksi, tetapi sisa saham saya akan disumbangkan ke empat yayasan dengan satu atau lain cara paling lambat 31 Desember 2034," ujar Warren Buffett, Investor Legendaris.
Memasuki usia 95 tahun, investor yang mengawali langkah finansialnya sejak usia 11 tahun dengan membeli saham perusahaan gas alam Cities Service ini merasa beruntung atas latar belakang keluarganya.
"Jika ayah saya seorang tukang ledeng, saya tidak akan memiliki keuntungan yang sama seperti yang saya miliki. Jadi saya sangat beruntung," ungkap Warren Buffett, Investor Legendaris.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow