BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Program PEKA untuk Kemandirian Ekonomi Peserta
BPJS Ketenagakerjaan menggelar Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) sebagai upaya membekali peserta dan keluarga dengan keterampilan kewirausahaan dan digital marketing untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Program ini dilaksanakan di beberapa daerah seperti Padang, Sumatera Selatan, Banyuwangi, dan Palopo pada akhir Juli 2026, melibatkan ratusan peserta penerima manfaat dan ahli waris BPJS Ketenagakerjaan. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, Afrialdi, menyatakan bahwa kehilangan pencari nafkah atau memasuki masa pensiun membawa tantangan ekonomi bagi keluarga sehingga diperlukan bekal untuk kembali produktif dan mandiri.
"Pada fase inilah para pekerja dan keluarganya membutuhkan lebih dari sekadar perlindungan, tetapi juga bekal untuk kembali produktif dan mandiri," ujar Afrialdi.
BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Program PEKA untuk memberikan penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi bagi peserta serta keluarga, bukan hanya membayarkan manfaat santunan semata. "Secara regulasi tugas BPJS Ketenagakerjaan selesai pada saat memberikan santunan. Namun kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan peserta, bahkan keluarganya, dapat melanjutkan hidup dengan lebih sejahtera," tambah Afrialdi.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa Program PEKA merupakan implementasi konsep Value Beyond Protection yang memberikan nilai tambah sebelum, saat, dan setelah risiko kerja terjadi. "Program PEKA lahir dari semangat Value Beyond Protection, di mana kami menghadirkan nilai tambah sebelum risiko terjadi, saat risiko terjadi, maupun setelah manfaat diterima," kata Saiful.
Dia menegaskan bahwa santunan diharapkan tidak hanya dipakai konsumtif, tetapi menjadi modal produktif dengan pendampingan dan pelatihan usaha. Pelatihan PEKA menerapkan prinsip 3P, yakni Pelatihan, Produktivitas, dan Profit untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan keluarga peserta. "Kami ingin memastikan manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai uang tunai.
Melalui konsep 3P, peserta akan didampingi hingga mampu mandiri. Target kami, minimal 10 persen peserta dari setiap angkatan berhasil menjalankan usaha produktif dalam waktu tiga bulan," ujar Saiful.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan, Slamet Riyadi, mengapresiasi program tersebut karena sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penciptaan pelaku usaha mandiri.
"Program PEKA merupakan langkah yang sangat positif karena tidak hanya memberikan perlindungan kepada pekerja, tetapi juga membekali penerima manfaat dengan kemampuan untuk mengembangkan usaha," ujar Slamet. Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Padang, Arnov Tri Hartanto, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan BPJS Ketenagakerjaan yang memilih BPVP sebagai mitra pelatihan. "Kami berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga," kata Arnov.
Salah satu peserta pelatihan, Siti, mengaku antusias karena materi pelatihan sangat bermanfaat untuk mendukung pengembangan usahanya.
Di Banyuwangi, kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan pemerintah daerah meluncurkan Program PEKA yang mengarahkan santunan menjadi modal usaha produktif yang berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madura, Diny Firmani Rahma, menilai pendampingan dan pemberdayaan modal produktif sangat penting agar santunan memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik kolaborasi tersebut karena sejalan dengan program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan perempuan kepala rumah tangga. Di Palopo, Wali Kota Hj. Naili Trisal bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palopo menyerahkan santunan simbolis dan menggelar pelatihan kewirausahaan sebagai bekal usaha berkelanjutan bagi ahli waris peserta.
Pemerintah Kota Palopo berharap Program PEKA melahirkan keluarga mandiri, produktif, dan sejahtera dengan memanfaatkan santunan sebagai modal usaha, bukan sekadar bantuan sesaat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow