Brasil Tekuk Jepang Dua Satu di Piala Dunia
Tim nasional Brasil memastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Jepang dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Stadion Houston, Amerika Serikat, Selasa (30/6) dini hari WIB.
Skuad asuhan Carlo Ancelotti sempat tertinggal pada babak pertama setelah gelandang Jepang Kaishu Sano mencetak gol melalui tendangan jarak jauh pada menit ke-29, memanfaatkan umpan lambung dari tengah lapangan.
Selecao kemudian bangkit pada babak kedua lewat gol sundulan Casemiro yang memanfaatkan umpan silang Gabriel Magalhaes pada menit ke-54, sebelum pemain pengganti Gabriel Martinelli memastikan kemenangan lewat golnya di masa injury time pada menit ke-95.
Kemenangan dramatis ini membawa Brasil menyusul langkah Kanada yang telah lebih dulu lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan Afrika Selatan dengan skor 1-0 sehari sebelumnya melalui gol penentu Stephen Eustaquio.
Pada babak berikutnya, Kanada akan menghadapi pemenang laga antara Belanda melawan Maroko, sedangkan Brasil dijadwalkan bertanding melawan pemenang dari duel Pantai Gading menghadapi Norwegia.
Sebelum pertandingan krusial tersebut berlangsung, penyerang muda Brasil berusia 19 tahun, Rayan, sempat memberikan komentar mengenai kekuatan tim lawan dan mengakui keterbatasannya dalam mengenali individu pemain Jepang.
"I don't know who their best player is!" kata Rayan, penyerang timnas Brasil.
Pemain muda yang baru memperkuat klub Bournemouth tersebut menambahkan bahwa dirinya perlu menganalisis rekaman pertandingan terlebih dahulu untuk mengetahui ancaman utama dari tim musuh.
"I'd have to watch the video to be able to tell you." tutur Rayan.
Meskipun demikian, anak dari mantan bek Vasco da Gama bernama Valkmar ini menegaskan bahwa timnya tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap performa kolektif tim perwakilan Asia tersebut.
"We know that Japan are a very strong side and we're working hard to give our best and beat them." kata Rayan.
Pemain yang baru melepas masa lajangnya dengan menikahi Eduarda Santos pada awal tahun 2026 ini juga menjelaskan instruksi taktis dari pelatih Carlo Ancelotti yang menekankan kontribusi pertahanan dari sektor lini serang.
"Ancelotti talks to us a lot about our defensive duties." ujar Rayan.
Rayan menilai performa bertahannya telah berkembang pesat sejak bermain di kompetisi Inggris, di mana ia dituntut aktif melakukan tekanan demi meminimalkan kesalahan fatal di fase gugur.
"He says that marking starts with the forwards. Even when we're tired, it's our responsibility to press." tutur Rayan.
Lebih lanjut, pemain yang menjadi remaja pertama yang menjadi starter bagi Brasil di Piala Dunia sejak dekade 1970-an ini menekankan pentingnya kedisiplinan taktis di lini depan sebelum membangun serangan.
"I think I've improved a lot defensively. You have to defend first and then play. We know that any mistake now could be decisive." kata Rayan.
Rayan menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali bahwa reputasi kuat Jepang membuat seluruh penggawa Selecao melakukan persiapan yang jauh lebih matang untuk menghadapi jalannya pertandingan ketat tersebut.
"Japan are a very strong side. That makes us prepare even more thoroughly for a tough match and give our all." kata Rayan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow