BRIN Anugerahkan Sarwono Award 2026 Kepada Prof Jatna Supriatna
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengapresiasi dedikasi ilmuwan biologi konservasi Prof Drs Jatna Supriatna MSc PhD melalui penganugerahan Sarwono Award 2026 di Gedung BJ Habibie BRIN Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pemberian penghargaan prestasi seumur hidup ini didasarkan atas kontribusi besar Jatna dalam mengabdi pada keanekaragaman hayati serta keberlanjutan lingkungan hidup Indonesia. "Prof Jatna merupakan teladan nyata bagaimana ilmu pengetahuan mampu menjadi fondasi kebijakan konservasi yang berdampak luas bagi Indonesia dan dunia," tutur Kepala BRIN Arif Satria.
Usai menerima piagam penghargaan tersebut, Jatna menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh pihak penyelenggara.
"Penghargaan yang sangat bermakna bagi saya pribadi, dunia ilmu pengetahuan, dan semua pihak yang bekerja untuk memahami, menjaga, dan melestarikan kekayaan hayati Indonesia," sampainya. Mantan Direktur Eksekutif Conservation International Indonesia ini menekankan bahwa pengakuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral yang harus terus dilanjutkan.
"Penghargaan ini saya terima bukan sebagai tanda bahwa perjalanan telah selesai, melainkan sebagai pengingat bahwa tanggung jawab kita terhadap ilmu pengetahuan dan alam Indonesia masih panjang," sambungnya. Pengalaman riset Jatna dimulai sejak masa kuliah di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, saat meneliti populasi primata endemik.
"Pertama kali memang saya ikut penelitian pada waktu mahasiswa di Kalimantan Tengah, ya di Tanjung Puting. Suatu kawasan taman nasional yang sangat luas dan tidak banyak orang di situ. Kami mengadakan penelitian mengenai orang utan dan juga lutung merah di dalam itu," jelasnya.
Rekam jejak akademis Jatna mencakup kelulusan S1 di Universitas Nasional pada 1976, dilanjutkan dengan gelar magister dan doktor di Universitas New Mexico, Amerika Serikat. Namanya bahkan diabadikan pada sejumlah spesies baru, seperti spesies primata Tarsius supriatnai dan tokek Draco supriatnai. Bersamaan dengan penghargaan ini, orasi ilmiah Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture 2026 dibawakan oleh peneliti senior BRIN di bidang mamalia dan diplomasi hayati, Prof Dr Gono Semiadi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow