BRIN Targetkan Uji Coba Terbang Roket Dua Tingkat Dilakukan 2029
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mematangkan pengembangan roket dua tingkat dan menargetkan uji coba penerbangan penuh dilaksanakan pada 2029. Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, kepastian ini disampaikan dalam Town Hall Meeting Peta Jalan Penerbangan dan Keantariksaan.
Pengembangan ini didukung oleh Program Invitasi Strategis (PRIS) guna memastikan periset fokus menguasai teknologi kunci. Komponen utama yang disiapkan mencakup motor roket RX 450, sistem separasi, sistem kontrol, serta telemetri.
"Kehadiran PRIS sangat membantu dan membuat teman-teman periset semakin bersemangat dalam menjalankan riset. Dukungan ini turut membuka ruang bagi periset untuk fokus pada pencapaian teknologi kunci. Salah satunya adalah pengembangan motor roket RX 450 yang menjadi bagian penting dalam peta jalan pengembangan roket dua tingkat," kata Kepala Pusat Riset Teknologi Roket (PRTR) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Nur Hakim.
Peta jalan tersebut telah disesuaikan berdasarkan evaluasi capaian teknologi terkini agar target yang ditetapkan dapat terealisasi secara realistis.
"Peta jalan tersebut disusun berdasarkan asumsi dan tingkat penguasaan teknologi pada saat itu. Setelah dilakukan evaluasi, setiap tahapan perlu dipastikan dapat dikuasai dengan baik, terutama dalam mendukung pencapaian dan perolehan data yang dibutuhkan," jelas Arif.
Pada 2026, tim periset menjadwalkan penyelesaian desain menyeluruh roket dua tingkat beserta sistem separasinya. Proyek ini didukung dana PRIS untuk mengembangkan motor roket RX 450 yang dirancang memiliki daya jangkau 100 km. Tahap berlanjut pada 2027 dengan melakukan pengujian statis motor roket berperforma tinggi, ulasan desain kritis (Critical Design Review/CDR), dan uji terbang sistem separasi.
Selanjutnya pada 2028, pengujian terbang roket tingkat pertama dan kedua akan dilangsungkan secara terpisah sebelum uji terbang utuh pada 2029. Selain proyek roket, BRIN juga sedang mengakselerasi pembangunan Bandar Antariksa sesuai amanat undang-undang dengan menggandeng dua mitra investor strategis untuk segmen roket besar dan roket kecil.
Penyelesaian desain dasar Bandar Antariksa ditargetkan rampung pada 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan pemagaran lahan serta pembangunan fasilitas dasar pada 2027. Proses konsolidasi lintas negara ini dilakukan secara hati-hati sebagaimana standar pembangunan kapabilitas keantariksaan di tingkat global.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow