BRIN Ungkap Penyebab Embun Es Kembali Selimuti Dataran Tinggi Dieng

Smallest Font
Largest Font

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aris Pramudia menjelaskan fenomena embun es yang kembali menyelimuti kawasan Dataran Tinggi Dieng pada Kamis (16/7/2026). Penurunan suhu drastis hingga memicu terbentuknya pembekuan air di atas permukaan tanah tersebut dipicu oleh kombinasi kondisi cuaca cerah tanpa tutupan awan serta topografi wilayah yang berbentuk cekungan.

Kawasan Dieng yang terletak pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) memiliki tekanan dan kerapatan udara yang jauh lebih rendah dibandingkan wilayah dataran rendah. Kondisi geografis ini membuat pelepasan panas bumi berlangsung sangat cepat pada malam hari, sehingga suhu udara permukaan dapat merosot secara tajam saat dini hari hingga menciptakan tumpukan kristal es pada rumput dan tanaman.

Pihak BRIN mencatat bahwa fenomena udara dingin ekstrim ini terjadi bertepatan dengan masuknya puncak musim kemarau di wilayah Jawa Tengah. Udara dingin yang bergerak dari kawasan selatan membawa penurunan suhu signifikan, didukung oleh kondisi langit yang sangat bersih tanpa perawanan.

"Selain karena tiupan angin pada puncak musim kemarau yang membawa udara dingin, langit cerah atau clear sky tanpa tutupan awan juga menjadi penyebabnya. Bentuk wilayah yang cekung juga menyebabkan udara mengendap dan terjebak di dasar cekungan, sehingga tidak dapat mengalir keluar dari cekungan," kata Aris Pramudia.

Mengendapnya udara dingin di dasar cekungan menyebabkan lapisan udara terendah mencapai titik beku. Fenomena ini memicu pengembunan air tanah yang langsung mengkristal menjadi lapisan putih mirip salju sebelum matahari terbit.

Rahasia di Balik Munculnya Embun Es Dieng Saat Cuaca Panas Terik | Kompas.com

Dampak Terhadap Sektor Pertanian dan Pariwisata

Kemunculan embun upas atau frost kerap menimbulkan dampak ganda yang bertolak belakang bagi masyarakat setempat. Di satu sisi, fenomena alam ini menjadi daya tarik wisata yang meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Banjarnegara dan Wonosobo, namun di sisi lain berisiko merusak komoditas tanaman hortikultura milik petani lokal.

Dilema Sektor Pertanian Lokal

Para petani di dataran tinggi harus menghadapi ancaman kerusakan komoditas akibat paparan kristal es. Tanaman pertanian eksisting seperti kentang, sayuran, dan teh sangat rentan mengalami layu dan pembusukan daun apabila terkena pembekuan secara terus-menerus.

"Di dataran tinggi Dieng, tanaman existing adalah tanaman pertanian hortikultura atau perkebunan dataran tinggi, seperti kentang, sayuran, teh, dan lainnya. Sehingga, disarankan untuk tetap mengembangkan tanaman existing tersebut dengan adanya antisipasi terhadap munculnya frost pada waktu-waktu tertentu," tutur Aris Pramudia.

Pengembangan Mitigasi dan Teknologi Cuaca

Pemerintah dan peneliti terus mengkaji penerapan teknologi guna meredam dampak kerugian pada sektor pertanian tanpa mengganggu potensi pariwisata daerah. Edukasi antisipasi pencegahan kerusakan tanaman menjadi fokus utama bagi para petani lokal.

"Teknologi dari modifikasi cuaca di Dieng bukan untuk menambah volume salju, tapi menjadi pembelajaran teknologi dalam hal mengantisipasi terjadinya salju. Dan yang menjadi perhatian bersama adalah terdapat konflik kebutuhan adanya frost di Dieng antara sektor pertanian dan sektor pariwisata," lanjut Aris.

Karakteristik Wilayah Dataran Tinggi

Fenomena embun membeku ini memiliki karakteristik iklim unik yang hanya terjadi di beberapa titik wilayah berketinggian tinggi. Berikut adalah ringkasan data teknis dan pembanding kondisi lingkungan wilayah terkait berdasarkan paparan BRIN:

Indikator ParameterKawasan Dataran Tinggi DiengKawasan Cartenz (Papua)
Ketinggian Wilayah2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl)Puncak Pegunungan Tinggi
Dominasi Vegetasi UtamaTanaman Hortikultura (Kentang, Sayur, Teh)Didominasi oleh Lumut
Karakteristik FenomenaEmbun Es / Frost (Temporer Kemarau)Salju / Es Abadi (Mengalami Penurunan)
Topografi KhasCekungan Udara MengendapPegunungan Tinggi Akses Terbatas

Masyarakat dan wisatawan yang berencana mengunjungi Dataran Tinggi Dieng diimbau untuk menyiapkan pakaian tebal dan perlengkapan penahan dingin. Pemantauan prakiraan cuaca secara berkala dari otoritas terkait tetap disarankan guna mengantisipasi perubahan suhu udara yang sangat ekstrem pada malam dan pagi hari.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed