Gerhana Matahari Total Berdurasi Panjang Bakal Terjadi Agustus 2027

Smallest Font
Largest Font

Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) diproyeksikan bakal melintasi sejumlah negara di belahan bumi utara pada Senin, 2 Agustus 2027. Berdasarkan kalkulasi astronomi, peristiwa alam tersebut menawarkan durasi totalitas maksimum yang tergolong sangat panjang, yakni mencapai sekitar 6 menit 23 detik di wilayah Mesir.

Rangkaian fenomena ini secara global diperkirakan dimulai pukul 14.30 WIB dan memasuki fase total pada pukul 15.23 WIB. Puncak gerhana diprediksi berlangsung pukul 17.06 WIB, sebelum akhirnya fase total usai pukul 18.49 WIB dan seluruh proses gerhana berakhir pada pukul 19.53 WIB.

Jalur utama bayangan umbra Bulan yang selebar 258 kilometer akan membentang dari Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia. Masyarakat di wilayah Île-de-France atau Paris hanya bisa melihat gerhana sebagian dengan cakupan Matahari tertutup sekitar 51,3 persen pada pukul 11.01 waktu setempat.

Sementara itu, wilayah Indonesia dipastikan berada di luar jalur lintasan, sehingga masyarakat tidak dapat mengamati fase totalitas secara langsung. Pengamatan fenomena ini tetap mewajibkan penggunaan filter khusus atau kacamata gerhana yang memenuhi standar keamanan guna mencegah risiko kerusakan mata.

Catatan catatan kajian astronomi menunjukkan bahwa gerhana terjadi akibat terhalangnya cahaya matahari. Sepanjang dekade 2017 hingga 2026, tercatat sebanyak 23 kali peristiwa gerhana Matahari maupun Bulan telah terjadi secara global.

Pakar falak dari IAIN Lhokseumawe memberikan rincian data historis mengenai fenomena tersebut.

"Sejak tahun 2017 hingga 2026 atau selama 10 tahun terakhir, terjadi gerhana sebanyak 23 kali, baik itu berupa gerhana matahari maupun gerhana bulan," kata Ismail Is, Dosen Ilmu Falak Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe.

Di sisi lain, penelitian ilmuwan melalui alat reflektor Lunar Laser Ranging Experiment membuktikan posisi Bulan terus bergerak menjauh dari Bumi. Orbit Bulan tergeser sekitar 3,5 hingga 3,82 sentimeter per tahun akibat gesekan tenaga pasang surut air laut.

Pergeseran jarak tersebut secara perlahan memperlambat rotasi Bumi sebesar 0,002 detik per abad. Kondisi ini diproyeksikan membuat durasi satu hari memanjang menjadi 25 jam dalam kurun waktu 180 hingga 200 juta tahun ke depan, serta mengakhiri fenomena Gerhana Matahari Total sekitar 600 juta tahun mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed