BUMI Agendakan Perubahan Anggaran Dasar dalam RUPSLB Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 18 Juni 2026, di JS Luwansa Hotel Jakarta untuk mengubah Pasal 3 Anggaran Dasar perseroan. Langkah penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 ini memicu spekulasi pasar terkait arah ekspansi bisnis non-batubara.

Dilansir dari kabarbursa.com, dokumen pemanggilan rapat menyebutkan agenda tunggal tersebut bertujuan memenuhi ketentuan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Kendati manajemen belum merinci kode KBLI yang akan diubah, kalangan investor mengantisipasi adanya payung hukum baru untuk diversifikasi usaha.

Sinyal transformasi menuju entitas energi dan mineral terfragmentasi telah mendorong performa saham BUMI yang melonjak 10,19 persen ke level Rp173 per lembar pada Senin, 15 Juni 2026. Data perdagangan yang dikutip dari akses.co.id menunjukkan volume transaksi masif mencapai 8,02 miliar lembar saham dengan nilai keseluruhan Rp2,35 triliun.

Langkah nyata pengurangan ketergantungan pada batubara dilakukan melalui eksposur komoditas emas, perak, hingga proyek tembaga. Salah satu proyek mineral strategis yang dikembangkan adalah Wolfram Limited di Queensland, Australia, yang dijadwalkan memulai produksi komersial antara Mei hingga Juli 2026.

Proyek tambang Mt. Carlton tersebut telah mengamankan kepastian komersial lewat kontrak penjualan jangka panjang. Wolfram menyepakati kontrak offtake selama tujuh tahun dengan raksasa komoditas global, Glencore, untuk menyerap seluruh hasil output produksi.

"Offtake 7 tahun dengan Glencore memberi commercial certainty bagi Wolfram. BUMI kini tidak hanya masuk ke aset non-batubara, tetapi juga sudah memiliki jalur pemasaran yang jelas untuk hasil produksinya," kata Cliff Nathaniel, Analis Panin Sekuritas.

Selain proyek tersebut, emiten konglomerasi Grup Bakrie dan Salim ini tengah menyiapkan operasional Jubilee Metals Limited pada kuartal IV 2026. BUMI juga menargetkan akuisisi 45 persen saham PT Laman Mining rampung pada Agustus 2026 demi mengejar target komposisi EBITDA 50:50 antara batubara dan non-batubara sebelum tahun 2031.

Di sisi lain, kinerja keuangan lini bisnis utama batubara BUMI tetap mencatatkan pertumbuhan kokoh pada kuartal I 2026. Pendapatan perseroan meningkat 19,7 persen menjadi US$417,7 juta, sementara laba bersih melonjak hingga 36,6 persen menjadi US$41,1 juta.

Secara teknikal, pergerakan saham emiten tambang ini dinilai memperlihatkan posisi yang kuat menjelang pelaksanaan rapat korporasi. Saham perseroan berhasil bertahan di atas garis rata-rata bergerak dua puluh hari terakhir.

"Penguatannya pun mampu berada di atas MA20," sebut MNC Sekuritas.

Pihak MNC Sekuritas merekomendasikan opsi beli saat melemah di kisaran 157-170 dengan target harga bertahap pada level 214 dan 238. Bersamaan dengan RUPSLB, BUMI juga akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk mengesahkan perhitungan laba rugi tahun buku 2025.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed