Bursa Asia Jatuh, Kospi Turun 8,8 Persen Karena Aksi Jual Saham Cip

Smallest Font
Largest Font

Bursa saham Asia mengalami tekanan tajam pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, dengan indeks Kospi Korea Selatan mencatat penurunan sebesar 8,8 persen akibat aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor. Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran investor soal kebutuhan pendanaan besar untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan potensi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.

Indeks Kospi sempat turun 5,93 persen saat pembukaan, lalu terus melemah hingga mencapai level 6.161,58, yang memicu pengaktifan circuit breaker selama 20 menit oleh Korea Exchange setelah penurunan menyentuh ambang batas 8 persen. Sebelumnya, mekanisme sell-side sidecar juga pernah diaktifkan selama lima menit.

Aksi jual dipimpin oleh saham-saham produsen cip utama seperti SK Hynix yang turun lebih dari 11 persen dan Samsung Electronics yang anjlok lebih dari 9 persen. Saham terkait AI seperti Samsung SDI dan Seoul Semiconductor juga melemah, masing-masing sekitar 8 persen dan 7 persen. Di Jepang, saham Tokyo Electron jatuh lebih dari 10 persen, Advantest turun 10,25 persen, dan SoftBank Group melemah sekitar 6 persen.

Situasi ini mengikuti pelemahan di Wall Street pada hari sebelumnya, di mana indeks Philadelphia Semiconductor turun 2,2 persen, termasuk penurunan saham seperti AMD, Teradyne, dan Micron Technology. Indeks Nikkei Jepang juga merosot 4 persen, sementara saham TSMC di Taiwan turun lebih dari 2 persen.

Tekanan di sektor teknologi dipicu oleh laporan Wall Street Journal yang menyebut Nvidia sedang berdiskusi menyediakan jaminan pembiayaan sekitar US$ 250 miliar untuk proyek pusat data AI OpenAI. Saham Nvidia turun 5 persen setelah laporan tersebut, menurut Reuters.

Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone, mengatakan, "Jelas terlihat adanya optimisme yang meningkat di pasar domestik China mengenai kemampuan negara itu membangun ekosistem AI yang kompetitif secara global." Hal ini diperkuat oleh lonjakan harga saham CXMT Corp hingga 466 persen saat debut di Shanghai, meskipun kemudian turun sekitar 7 persen pada perdagangan pagi.

Namun, perkembangan ini juga menimbulkan kekhawatiran persaingan yang semakin ketat di pasar semikonduktor global. Laporan The Information menyebut China telah mulai memproduksi mesin litografi immersion deep ultraviolet (DUV) buatan dalam negeri, yang sebelumnya didominasi perusahaan Belanda ASML. Saham ASML turun 8,5 persen akibat kabar tersebut.

Harga minyak mentah Brent juga turun hampir 9 persen menjadi US$ 87,55 per barel, terdorong oleh meredanya ketegangan antara AS dan Iran setelah penghentian serangan udara Washington. Presiden AS Donald Trump menyatakan, "Negara kami tengah melakukan pembicaraan yang baik dengan Iran dan masih terdapat peluang tercapainya kesepakatan," menurut Reuters.

Penurunan harga minyak mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sekitar 4 basis poin menjadi 4,64 persen, meski pergerakan obligasi tenor pendek relatif terbatas. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 38 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada rapat kebijakan yang hasilnya diumumkan Rabu.

Ahli strategi mata uang dan suku bunga Macquarie Group, Thierry Wizman, menyatakan, "Perang AS-Iran, melalui dampaknya terhadap harga minyak mentah, masih menjadi faktor terpenting yang akan menentukan arah ekonomi global dalam beberapa bulan mendatang, sekaligus memengaruhi prospek kebijakan bank sentral." Dia menambahkan bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan sikap ketat (tightening bias).

Dolar AS menguat didukung ekspektasi kenaikan suku bunga, dengan euro bertahan di bawah US$ 1,14 dan dolar Australia sedikit di bawah US$ 0,70. Yen Jepang berada di sekitar 163,78 per dolar AS, mendekati level terlemah dalam empat dekade. Pasar memantau kemungkinan intervensi pemerintah Jepang jika Bank of Japan kembali mempertahankan suku bunga dan pelemahan yen berlanjut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed