77 Persen Pekerja Alami Kelelahan Mental Ini Cara Atasi Burnout Pertengahan Tahun

Smallest Font
Largest Font

Gejala kelelahan mental yang hebat sering kali memuncak ketika kalender memasuki paruh kedua setiap tahun kerja. Kondisi ini dikenal sebagai fenomena burnout pertengahan tahun yang kerap mengintai produktivitas profesional. Banyak pekerja merasa energi mereka sudah terkuras habis sebelum target tahunan tercapai.

Istilah burnout pertama kali diidentifikasi oleh seorang psikolog bernama Herbert Freudenberger pada tahun 1974.

Hingga kini, fenomena tersebut terus meningkat secara signifikan di berbagai sektor industri di seluruh dunia. Berdasarkan hasil survei CNN Indonesia tahun 2021, sebanyak 77,3% dari 321 pembaca mengaku pernah mengalami burnout saat bekerja.

Angka ini menunjukkan bahwa kelelahan ekstrem bukan lagi masalah individual, melainkan krisis kesehatan mental yang meluas. Kamus American Psychological Association yang dikutip dari website Cleveland Clinic mendefinisikan kondisi ini secara spesifik.

Burnout adalah kelelahan secara fisik, emosional, atau mental yang disertai penurunan motivasi, kinerja, serta munculnya sikap negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain.

World Health Organization menyatakan bahwa istilah burnout hanya digunakan dalam konteks pekerjaan. Artinya, kondisi ini tidak boleh disematkan secara sembarangan untuk menggambarkan stres kehidupan di luar ranah profesional. Penting untuk dipahami bahwa bekerja pada dasarnya memberikan banyak dampak positif bagi manusia.

Aktivitas profesional bermanfaat menghasilkan mata pencaharian untuk kebutuhan hidup sekaligus membangun kepercayaan diri pekerja.

Selain itu, bekerja memberikan tujuan dan pencapaian hidup yang penting bagi kesehatan mental seseorang. Namun, masalah mulai muncul ketika keseimbangan antara kapasitas diri dan tuntutan profesional mulai timpang. Menurut informasi dari pihak Ayo Sehat Kemenkes, stres kerja terjadi saat pekerja menghadapi tuntutan pekerjaan yang tidak sesuai.

Ketidaksesuaian ini mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, kemampuan, serta keahlian yang dimiliki oleh pekerja tersebut.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, stres kerja biasa berpotensi besar berkembang menjadi sindrom burnout yang kronis. Kerugian akibat gangguan ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada skala perekonomian global.

Sekitar 12 triliun hari kerja terbuang setiap tahun di seluruh dunia akibat depresi dan kecemasan. Kondisi tersebut memicu kerugian besar berupa kehilangan produktivitas pekerja berdasarkan data resmi dari World Health Organization.

Berikut adalah data statistik terkait fenomena kelelahan mental dan stres di dunia kerja saat ini.

Data Statistik Dampak Stres dan Burnout Kerja Global
Indikator Kesehatan MentalParameter AngkaSumber Atribusi Resmi
Prevalensi Burnout Pekerja77,3%Survei CNN Indonesia 2021
Hari Kerja Terbuang per Tahun12 triliun hariWorld Health Organization
Tahun Penemuan Istilah Burnout1974Herbert Freudenberger

Mengingat dampaknya yang masif, penanganan yang cepat dan tepat menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap pekerja.

7 Cara Mengatasi Burnout dan Stres Pertengahan Tahun

Memasuki bulan Juli, evaluasi terhadap kesehatan mental perlu dilakukan secara berkala dan menyeluruh.

Berikut adalah langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan untuk mereduksi tekanan psikologis di tempat kerja.

1. Melakukan Evaluasi Beban Kerja Secara Objektif

Langkah awal yang krusial adalah memetakan kembali seluruh tanggung jawab profesional Anda saat ini.

Tuliskan daftar tugas harian dan bandingkan dengan kapasitas waktu serta keahlian yang Anda miliki. Identifikasi tugas mana saja yang sering kali memicu kecemasan berlebih atau membutuhkan waktu pengerjaan terlalu lama. Sampaikan kendala tersebut kepada atasan dengan menyertakan data dan alasan yang rasional.

Komunikasi yang objektif dapat membuka peluang delegasi tugas atau penyesuaian ulang tenggat waktu pengerjaan.

2. Menetapkan Batasan yang Jelas Antara Kantor dan Rumah

Kaburnya batasan antara kehidupan pribadi dan profesional merupakan pemicu utama kelelahan mental. Tentukan jam kerja yang pasti dan disiplinlah untuk mematikan notifikasi gawai terkait pekerjaan setelah jam kantor usai.

Hindari kebiasaan memeriksa surat elektronik saat Anda sedang berkumpul bersama keluarga atau menjelang waktu tidur. Ruang personal yang bersih dari urusan kantor memberikan kesempatan bagi otak untuk beristirahat secara optimal.

3. Memanfaatkan Hak Cuti Secara Berkala

Banyak pekerja menimbun hak cuti mereka hingga akhir tahun demi liburan panjang. Padahal, mengambil libur singkat di pertengahan tahun sangat efektif untuk memutus siklus stres yang menumpuk. Gunakan waktu cuti tersebut untuk benar-benar lepas dari aktivitas berpikir berat.

Fokuslah pada pemulihan energi fisik dan mental tanpa dibayangi oleh tanggung jawab operasional kantor.

4. Melakukan Praktik Detoks Digital secara Rutin

Paparan informasi yang konstan dari media sosial dan aplikasi pesan dapat memperparah kondisi mental yang lelah. Jadwalkan waktu khusus setiap minggu untuk bebas dari paparan layar gawai atau komputer. Aktivitas ini membantu menurunkan tingkat kortisol atau hormon stres di dalam tubuh Anda.

Ganti waktu layar dengan kegiatan fisik yang menenangkan seperti berjalan kaki atau membaca buku fisik.

Tidak Apa-apa Menyerah Hari Ini: Cara Sehat Atasi Burnout dan Lelah Mental | Alodokter

5. Menerapkan Teknik Relaksasi dan Olahraga Ringan

Aktivitas fisik terbukti secara ilmiah mampu merangsang produksi hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati. Anda tidak perlu melakukan olahraga berat yang justru menguras sisa energi tubuh.

Cukup luangkan waktu 15 hingga 30 menit sehari untuk berjalan kaki atau melakukan peregangan ringan. Latihan pernapasan dalam juga dapat diaplikasikan di sela-sela jam kerja saat tekanan mulai terasa memuncak.

6. Menyusun Skala Prioritas Menggunakan Metode Matriks

Sering kali stres muncul bukan karena banyaknya tugas, melainkan karena kebingungan memulai pekerjaan.

Gunakan matriks prioritas untuk memisahkan tugas yang mendesak dan penting dengan tugas yang bisa ditunda. Fokuskan energi utama Anda untuk menyelesaikan satu tugas penting sebelum berpindah ke tugas berikutnya. Menghindari aktivitas multitasking dapat menurunkan ketegangan kognitif pada otak secara signifikan.

7. Membangun Jaringan Dukungan Sosial yang Sehat

Jangan memendam tekanan emosional sendirian di tengah situasi kerja yang berat.

Bagikan keluh kesah Anda kepada rekan kerja tepercaya, sahabat, atau anggota keluarga. Mendengar sudut pandang dari orang lain sering kali memberikan pemahaman baru atas masalah yang sedang dihadapi.

Lingkungan sosial yang suportif bertindak sebagai katup pengaman emosional yang mencegah terjadinya depresi mendalam.

Langkah Mitigasi Jangka Panjang untuk Pemulihan Mental

Menerapkan perubahan kebiasaan di atas memerlukan konsistensi dan komitmen yang kuat dari diri sendiri. Pemulihan dari kondisi kelelahan mental yang kronis tidak dapat terjadi secara instan dalam waktu satu atau dua hari. Diperlukan penyesuaian gaya hidup dan cara pandang terhadap pencapaian karier secara menyeluruh.

Pekerja juga disarankan untuk mengevaluasi kembali tujuan jangka panjang mereka dalam berkarier.

Langkah edukatif ini penting agar motivasi kerja dapat selaras dengan kesehatan psikologis pribadi. Upaya menjaga kesehatan mental di tempat kerja adalah investasi jangka panjang demi keberlanjutan masa depan karier Anda. Konsultasikan dengan profesional medis atau psikolog jika tindakan mandiri di atas belum mampu meredakan gejala stres yang Anda alami.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed