Carester Bangun Pabrik Pemisahan Logam Tanah Jarang di Perak

Smallest Font
Largest Font

Perusahaan spesialis logam tanah jarang asal Prancis, Carester, menjalin kerja sama strategis selama 10 tahun dengan Malaco Mining Sdn Bhd untuk membangun pabrik pemisahan logam tanah jarang berkapasitas 13.000 ton di Perak, Malaysia. Rencana investasi besar pertama dari perusahaan Eropa di sektor ini diumumkan dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Prancis di Kuala Lumpur pada Senin, 6 Juli 2026.

Proyek ini merupakan langkah konkret dari kesepakatan yang ditandatangani di Paris pada 4 Juli 2025 dengan disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim. Melalui skema kemitraan ini, Carester akan menyediakan transfer teknologi canggih tanpa melibatkan pengeluaran modal langsung, sekaligus berkomitmen membeli sebagian hasil produksi yang telah dimurnikan.

"Today we are working on a separation plant in Perak. We work with a projected capacity of 13,000 tonnes," kata Frédéric Carencotte, CEO Carester.

Carencotte menjelaskan bahwa perusahaan juga menjajaki lokasi hulu di Kelantan dan Perak, sementara pihak Malaco memimpin pemilihan lokasi dan pengurusan izin di Malaysia.

"This is the essence of the contract that we have with Malaco, which is a win-win, where we transfer technology, and we buy some concentrate from Malaco," ujar Frédéric Carencotte, CEO Carester.

Meskipun menolak merinci nilai investasi dan volume penjualan, Carencotte menegaskan bahwa produk yang akan diambil bukan bahan mentah melainkan konsentrat yang telah dimurnikan secara kimiawi.

"It’s not a raw material at all. It’s a chemically refined product, which contains a group of a few rare earths," tutur Frédéric Carencotte, CEO Carester.

Kerja sama ini mencakup ekstraksi logam tanah jarang menggunakan metode pencucian in-situ (ISL), pemisahan elemen radioaktif aktinium-227, dan pemisahan menjadi produk bernilai tinggi seperti neodimium, disprosium, dan terbium oksida.

"Malaysia has some rare earth deposits. This is such a win-win partnership. We (Carester) bring some technology and take some rare earth," kata Frederic Carencotte, CEO Carester.

Carencotte menambahkan bahwa lokasi operasional akan disesuaikan dengan deposit logam tanah jarang yang diidentifikasi oleh Malaco.

"The Embassy of France in Kuala Lumpur is now preparing for a visit by Minister for Foreign Trade and Economic Attractiveness, Nicolas Forissier, to Malaysia on Wednesday. The visit will enhance engagement between France and Malaysia," kata Marc Abensour, Duta Besar Prancis untuk Malaysia.

Abensour menyatakan bahwa momentum positif ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Perdana Menteri Anwar Ibrahim ke Paris pada Juli tahun lalu demi memperkuat hubungan geopolitik kedua negara.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed