Proyek Apartemen Qatar di Kampung Bandan Jakarta Terhambat Masalah Lahan

Smallest Font
Largest Font

Proyek pembangunan apartemen senilai US$ 2,5 miliar atau setara Rp 40 triliun dari investor Qatar di Kampung Bandan, Jakarta, belum juga dimulai akibat kendala lahan. Dilansir dari Detikcom, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa proyek ini masih terjebak dalam tahap negosiasi tanah.

"Masih negosiasi tanah sampai sekarang, dan negosiasinya dengan Pak Menteri (PKP)," kata Fahri dalam Diskusi Lintasan Sejarah Perumahan Rakyat yang diselenggarakan HUD Institute di Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

Investor Qatar dinilai belum mendapatkan kejelasan mengenai status lahan yang akan digunakan. Meski pemerintah menawarkan lahan negara, pihak investor meminta bukti kerja sama yang konkret terkait pemanfaatan lahan tersebut.

"Dia (investor Qatar) ingin tahu di mana bukti bahwa lahan ini dikerjasamakan dengan mereka," ujar Fahri.

Proyek ini semula digadang-gadang sebagai bagian dari Program 1 Juta Apartemen di perkotaan. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu menyebutkan bahwa pembangunan fisik belum dimulai karena menunggu perizinan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Masih menunggu izin dari pemerintah maupun Pemda. Belum dibangun (fisiknya)," tutur Nixon usai acara Groundbreaking Hunian Manggarai dalam Mendukung Program 3 Juta Rumah, Jumat (21/8/2026).

Proyek ini sempat menarik perhatian karena merupakan investasi asing pertama di era Presiden Prabowo Subianto untuk pembangunan rusun. Investor yang terlibat adalah Al Qilaa International Group, dengan komitmen investasi sebesar US$ 2,5 miliar. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama dilakukan pada Januari 2025 di Istana Merdeka, dihadiri Presiden Prabowo dan diwakili Sheikh Abdul Aziz Al Thani dari pihak Qatar serta Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) dari pemerintah Indonesia.

Ketua Satgas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo pernah menyatakan bahwa proyek ini berpotensi menampung 150.000 hingga 250.000 jiwa. Pembangunan apartemen ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat, terutama generasi muda, untuk memiliki hunian layak di tengah kota.

"Dengan proyek ini, dampaknya luar biasa. Dalam 50.000 unit apartemen, kita bisa menampung antara 150.000 sampai 250.000 jiwa yang saat ini tinggal di luar kota atau di kawasan kumuh," ujar Hashim pada acara Pencanangan Pra Kerja Sama dalam Rangka Dukungan Terhadap Pembangunan 3 Juta Rumah di Kampung Bandan, Jakarta Utara, Rabu (17/9/2025).

Untuk menyelesaikan kendala ini, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengadakan pertemuan dengan Hashim dan perwakilan Qatar di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada Selasa (18/8/2026). Hasil pertemuan tersebut, pemerintah membentuk tim khusus yang terdiri dari BPKP, BP BUMN, PT KAI, BPS, dan pihak Qatar.

"Untuk rencana investasi di Kampung Bandan, sesuai arahan Kepala BPKP, dibuat tim bersama antara BPKP, BP BUMN, PT KAI, BPS, dan pihak Qatar, sehingga dipastikan semua tata kelolanya benar," kata Ara dalam keterangan tertulis.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed