ChangXin Memory menggugat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat

Smallest Font
Largest Font

Produsen semikonduktor asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), mengajukan gugatan hukum terhadap Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) untuk menghapus nama perusahaan dari daftar hitam entitas militer China, seperti dilansir dari Detik iNET pada Selasa (1/9/2026).

Gugatan tersebut diajukan agar perusahaan yang berbasis di Hefei, Anhui ini dapat kembali melakukan aktivitas penjualan di pasar Amerika Serikat. Penetapan status entitas militer tersebut dijatuhkan oleh Pentagon pada Januari 2025 dan diperpanjang dalam daftar pengawasan Juni 2026 karena dugaan afiliasi dengan operasi militer Partai Komunis China.

Pihak CXMT menolak label tersebut karena dinilai berdampak pada kerugian komersial serta reputasi yang masif. Perusahaan juga mengklaim telah berkoordinasi secara kooperatif selama lebih dari satu tahun dengan Pentagon, yang sebelumnya sempat mengonfirmasi rencana penghapusan nama CXMT sebelum akhirnya membatalkannya secara sepihak.

Di samping menghadapi hambatan regulasi di Amerika Serikat, CXMT mencatatkan lonjakan pendapatan hingga 874 persen pada paruh pertama tahun ini. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya permintaan pusat data kecerdasan buatan global serta naiknya harga merek memori tradisional.

Produk chip buatan CXMT saat ini dimanfaatkan oleh pabrikan pihak ketiga sebagai komponen alternatif berbiaya rendah untuk perakitan modul DRAM. Namun, sejumlah sumber industri Korea Selatan menuding perusahaan berhasil memangkas durasi riset dan pengembangan melalui pemanfaatan kebocoran kekayaan intelektual milik Samsung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed