Cimory Bagikan Dividen Interim Rp793 Miliar pada September 2026
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) memutuskan membagikan dividen interim tunai tahun buku 2026 sebesar Rp793,46 miliar atau Rp100 per saham, setelah dibayarkan pada 18 September 2026 mendatang. Keputusan direksi ini telah disetujui dewan komisaris pada Rabu (26/8/2026).
Kinerja laba bersih entitas induk yang mencapai Rp1,17 triliun per 30 Juni 2026 menjadi landasan penetapan dividen tersebut. Selain itu, perseroan mempertimbangkan saldo laba ditahan yang belum dibatasi penggunaannya sebesar Rp3,33 triliun serta total ekuitas senilai Rp7,16 triliun.
"Pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 kepada para pemegang saham perseroan ini tidak memberikan dampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan," kata Sekretaris Perusahaan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Dinar Primasari dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia.
Mengenai mekanisme pendaftaran, perseroan menetapkan batas akhir pencatatan daftar pemegang saham atau recording date pada 7 September 2026 pukul 16.00 WIB. Pemegang saham yang berhak menerima pembayaran adalah yang terdaftar dalam DPS atau subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada tanggal tersebut.
"Dengan ini diberitahukan kepada para pemegang saham Cimory, Direksi Perseroan pada tanggal 26 Agustus 2026 dengan persetujuan Dewan Komisaris, telah memutuskan membagikan dividen interim untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026, sebesar Rp 100 setiap saham kepada para pemegang saham," kata Direksi CMRY dalam keterbukaan informasi.
Berdasarkan tahapan jadwal resmi, pasar reguler dan negosiasi memasuki periode cum dividen pada 3 September 2026, lalu ex dividen pada 4 September 2026. Sementara itu, cum dividen di pasar tunai ditetapkan pada 7 September 2026 dan ex dividen jatuh pada 8 September 2026.
"Bagi saham yang berada dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen dilakukan melalui KSEI. Dana akan didistribusikan ke rekening perusahaan efek dan/atau bank kustodian pada 18 September 2026," kata Direksi CMRY.
"Jumlah dividen interim yang dibagikan sebesar Rp793.468.300.000 atau Rp100 per saham," kata Dinar dalam keterbukaan informasi.
Langkah korporasi ini ditopang lonjakan pendapatan dari kontrak pelanggan yang naik 25,49 persen menjadi Rp6,46 triliun pada semester I-2026. Lini olahan susu melonjak 54,34 persen menjadi Rp2,77 triliun, sedangkan segmen makanan konsumsi tumbuh menjadi Rp3,68 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,35 triliun.
Secara geografis, penjualan di pasar domestik mendominasi dengan capaian Rp6,36 triliun, sedangkan pasar ekspor menyumbang Rp96,74 miliar melalui lini produk olahan susu. Di sisi biaya, beban pokok penjualan naik 29,08 persen menjadi Rp3,66 triliun yang dipicu kenaikan bahan baku dan kemasan, serta beban pemasaran meningkat menjadi Rp1,35 triliun.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (26/8/2026), saham CMRY menguat 0,22 persen ke level Rp4.640 per saham. Perseroan mencatatkan total aset melonjak menjadi Rp9,24 triliun dengan posisi kas dan setara kas sebesar Rp558,05 miliar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow