PT Pertamina Trans Kontinental Berencana Tambah Kapal Modernisasi Armada
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) merencanakan penambahan kapal baru guna memperbarui serta memodernisasi jajaran armadanya. Dilansir dari Detik Finance, kabar pengembangan operasional maritim ini disampaikan pada acara Syukuran HUT ke-57 PTK di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut saat ini mengoperasikan sebanyak 370 kapal milik serta menyewa sekitar 82 armada tambahan. Perusahaan yang berdiri sejak 1969 ini mengelola layanan maritim, penyediaan kapal penunjang, hingga pangkalan logistik pesisir.
Langkah peremajaan ini ditujukan untuk mendongkrak kapasitas operasional unit bisnis serta mengoptimalkan kualitas pelayanan bagi para pengguna jasa maritim PTK di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala menjelaskan arah kebijakan strategis yang tengah ditempuh perusahaan dalam memperkuat lini bisnis maritimnya.
"Ke depan, kami akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK," ujar Harris.
Selain peremajaan fisik kapal, PTK menerapkan integrasi teknologi digital pada berbagai fungsi kerja. Pihaknya berencana meningkatkan integrasi aplikasi operasional berbasis kecerdasan buatan (AI) guna mendukung proses pengambilan keputusan manajemen.
"PTK menjaga kualitas layanan dengan peremajaan serta modernisasi aset-asetnya. Kemudian digitalisasi operasi, di mana saat ini PTK sudah memiliki 21 digitalisasi di seluruh fungsi kerja. Ke depan, aplikasi ini akan meningkat menjadi Artificial Intelligence (AI) sehinga dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan," jelas Harris.
Upaya menekan tingkat emisi karbon juga menjadi fokus PTK melalui penggunaan kapal tunda berbahan bakar ganda Transko Rajawali sejak 2019. Kapal penarik ini memanfaatkan kombinasi bahan bakar solar serta LNG.
Inisiatif ramah lingkungan dilanjutkan pada Juni 2026 lewat pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kapal Oil Barge Patra 2303. Langkah tersebut diklaim mampu memangkas pemakaian diesel sekaligus mengurangi emisi karbon hingga 79,2 ton CO2 per tahun.
Sebagai penunjang skema ramah lingkungan, perusahaan menyiapkan uji coba Battery Management System (BMS) pada kapal mulai 2027. Harris berharap rencana modernisasi dan penerapan teknologi hijau ini didukung penuh oleh pemegang saham serta seluruh stakeholder industri maritim.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow