Culver City Perpanjang Moratorium Drive-Thru Baru Akibat Kekhawatiran Polusi dan Lalu Lintas
Kota Culver City di California memperpanjang moratorium terhadap pembukaan restoran drive-thru baru setelah adanya penolakan dari warga setempat terhadap rencana pembangunan restoran In-N-Out dengan jalur drive-thru yang besar. Moratorium ini diperpanjang hampir 11 bulan untuk memberi waktu kepada pejabat kota menyusun regulasi yang dapat melarang keberadaan drive-thru secara permanen di kota tersebut. Rencana pembangunan tersebut mencakup lahan seluas 1,119 acre dengan restoran berukuran 3.890 kaki persegi yang akan menampung 84 pengunjung di dalam dan 44 di luar ruangan, serta jalur drive-thru dengan kapasitas 26 kendaraan.
Warga dan pejabat menyuarakan kekhawatiran tentang kemacetan lalu lintas, polusi udara, bau makanan, dan keselamatan anak-anak di sekolah dasar yang berdekatan dengan lokasi rencana tersebut.
Seorang warga, Leah Pressman, menyebut drive-thru sebagai "monster polusi" dan mengatakan bahwa fasilitas ini sudah usang. Warga lain, Theresa Attias, menambahkan kekhawatiran akan bahaya pengemudi lapar bagi orang tua dan anak-anak yang melintas serta terganggunya proses belajar akibat bau makanan.
Wakil walikota Culver City, Bubba Fish, mengungkapkan bahwa hampir semua warga yang ia dengar menentang keberadaan drive-thru di lingkungan mereka. "Drive-thru bagus bagi perusahaan makanan cepat saji multinasional, tapi tidak bagi warga yang tinggal di dekatnya," ujar Fish.
Vanessa Martin, salah satu penggerak penolakan, mengatakan bahwa peningkatan fasilitas berjalan kaki dan pengembangan bisnis lokal akan lebih menguntungkan komunitas, termasuk bagi orang dengan disabilitas yang tidak bisa mengemudi. "Orang yang mengemudi lalu pergi tidak berhenti untuk berbelanja," kata Martin. Beberapa kota di California sejak tahun 1980-an telah memberlakukan larangan atau pembatasan ketat terhadap drive-thru, termasuk Santa Barbara dan Sierra Madre.
Menurut Marcel Moran, profesor di San José State University, drive-thru masih kurang diteliti padahal sangat umum di Amerika Serikat, terutama di kawasan perkotaan dan pinggiran kota yang mencapai 83 persen dari total.
Moran menilai drive-thru berdampak negatif terhadap komunitas karena polusi kendaraan dan mengurangi interaksi sosial antar warga. David Mendoza dari University of Utah menambahkan bahwa kendaraan yang menganggur di jalur drive-thru menciptakan hotspot polusi yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Namun, Jot Condie, Presiden Asosiasi Restoran California, menegaskan bahwa drive-thru penting untuk aksesibilitas keluarga dengan anak kecil, lansia, dan penyandang disabilitas.
"Drive-thru memastikan aksesibilitas dan kesehatan masyarakat dengan memungkinkan kelompok rentan tersebut menikmati layanan yang sama," ujar Condie.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow