Damai Putra Group Kembangkan Kota Harapan Indah Bekasi

Smallest Font
Largest Font

Tren pemilihan tempat tinggal masyarakat kini mengalami pergeseran dengan tidak lagi berpatokan pada ukuran fisik rumah atau harga. Faktor kemudahan aksesibilitas serta ketersediaan sarana pendukung di sekitar hunian kini menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan pilihan.

Perubahan preferensi konsumen ini direspons pengembang dengan menghadirkan kawasan hunian terintegrasi. Dilansir dari Detikcom, konsep pembangunan kawasan ini memadukan fungsi tempat tinggal dengan sarana komersial, pendidikan, kesehatan, rekreasi, hingga ruang terbuka publik dalam satu area.

Salah satu kawasan yang menerapkan konsep integrated township berada di Bekasi, Jawa Barat. Area ini dirancang untuk menampung seluruh kebutuhan dan aktivitas harian para penghuninya agar dapat dijangkau secara mandiri.

Sarana komersial dan pemenuhan gaya hidup seperti pusat perbelanjaan, toko kebutuhan rumah tangga, gerai busana, hingga supermarket telah beroperasi di area ini. Jenama ritel terkemuka seperti Uniqlo, Living World, Courts, dan Grand Lucky sudah tersedia untuk mendukung kebutuhan warga.

Sektor pendidikan di kawasan ini telah terbangun secara berjenjang dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Kelengkapan fasilitas ini memangkas jarak tempuh warga agar tidak perlu membuang waktu bepergian jauh keluar kawasan.

Pilihan unit tempat tinggal turut disesuaikan dengan profil calon pembeli dari berbagai tingkatan umur dan kebutuhan ruang. Pengembang menyediakan beberapa tipe bangunan guna memfasilitasi keluarga muda maupun konsumen yang membutuhkan rumah berukuran lebih besar.

Pada rencana ekspansi teranyar, area ini akan meluncurkan hunian berkonsep lakeside living yang berlokasi persis di tepi area danau. Peluncuran cluster baru tersebut dijadwalkan meluncur ke pasar dalam waktu dekat.

Cluster bernama CRESTA itu direncanakan mulai dipasarkan pada September 2026 dengan harga mulai Rp 900 jutaan.

Chief Finance Officer Damai Putra Group Lenny Wijaya menilai penilaian publik terhadap sebuah hunian kini sudah mencakup cakupan aspek yang jauh lebih luas.

"Kebutuhan masyarakat terhadap hunian saat ini semakin berkembang. Rumah tidak lagi hanya dinilai berdasarkan bangunan, tetapi juga dari kelengkapan fasilitas, aksesibilitas, lingkungan, kenyamanan, hingga potensi perkembangan kawasan," ujar Lenny dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Pihak pengembang mengarahkan tata ruang kawasan agar dapat memfasilitasi beragam aktivitas harian secara terpadu.

"Karena itu, kami terus mengembangkan Kota Harapan Indah sebagai kawasan yang bukan hanya menjadi tempat untuk tinggal, tetapi juga tempat untuk tumbuh, beraktivitas, membangun keluarga, dan menciptakan masa depan," kata Lenny.

Peningkatan populasi di kawasan hunian ini berimbas pada lonjakan aktivitas ekonomi lokal. Minat investor ritel dan pelaku usaha untuk membuka unit bisnis baru di kawasan terintegrasi ini tercatat terus mengalami peningkatan.

Pertumbuhan kegiatan usaha ini melengkapi rantai ekosistem kota mandiri yang memadukan hunian, sarana umum, serta pusat bisnis. Sektor komersial dan lifestyle pun menjadi episentrum baru aktivitas warga di luar lingkungan rumah.

Dukungan konektivitas ke depannya diproyeksikan semakin kuat melalui rencana pembangunan jalur LRT atau MRT tepat di gerbang utama kawasan. Kehadiran moda transportasi massal ini disiapkan untuk mempermudah mobilitas publik dan warga sekitar.

Atas pengembangan kawasan tersebut, proyek ini meraih penghargaan People Choice's 2026 sebagai The Best Choice Housing Project Region Bekasi and Surrounding yang diselenggarakan oleh Rumah123 bersama Indonesia Property Watch (IPW).

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed