Rumah Termahal di Inggris Senilai Rp5 Triliun Dihuni Tunawisma

Smallest Font
Largest Font

Sebuah hunian megah di kawasan eksklusif Knightsbridge, London, Inggris, menyita perhatian publik karena terbengkalai bertahun-tahun. Bangunan bernilai fantastis tersebut kini justru ditempati oleh seorang tunawisma, seperti dikutip dari Detikcom. Properti bertipe istana yang berlokasi di 2-8A Rutland Gate itu tercatat sebagai rumah termahal di Inggris.

Hunian ini dibeli pada 2020 dengan nilai transaksi mencapai 210 juta pound sterling atau setara Rp5 triliun. Kemewahan bangunan bergaya arsitektur Palladian ini mencakup 45 kamar tidur, empat unit lift, kolam renang indoor, serta 116 jendela. Meski dirancang untuk konglomerat, aset properti raksasa ini malah kosong tanpa penghuni selama bertahun-tahun.

Sejak tiga tahun terakhir, teras depan bangunan megah tersebut menjadi tempat tinggal bagi Andres Fernstedt, seorang pria tunawisma asal Swedia. Ia memasang tenda payung di area teras dan menaruh barang-barang pribadinya di sepanjang pagar luar.

Mantan jurnalis itu awalnya tinggal di San Francisco sebelum pindah ke London karena iming-iming pekerjaan. Namun, gaji yang tidak pernah dibayarkan membuatnya jatuh miskin hingga kehilangan tempat tinggal akibat penggusuran flat di Tottenham dan penjualan flat di Brent Cross. Setelah terpaksa tidur di taman kawasan Knightsbridge, Fernstedt menemukan bangunan besar yang tampak kosong tanpa aktivitas. Pria asal Swedia tersebut mengaku tidak pernah mengetahui sejarah maupun nilai dari properti raksasa tersebut.

Keterbatasan akses membuat Fernstedt tidak bisa masuk ke bagian dalam rumah. Kondisi ini memaksanya harus mencari fasilitas umum di tempat lain untuk sekadar mandi atau buang air kecil. "Tidak akan pernah terbayangkan tinggal di jalanan. Ini bukan lah diriku yang sebenarnya," kata Fernstedt kepada The Guardian.

Transaksi pembelian properti 2-8A Rutland Gate dilakukan melalui perusahaan offshore di British Virgin Islands. Kepemilikan aset tersebut dikaitkan dengan pendiri raksasa properti Evergrande, Hui Ka Yan alias Xu Jiayin. Hui Ka Yan sendiri telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan seluruh hartanya disita oleh pengadilan di Shenzhen, China.

Hukuman berat tersebut dijatuhkan atas berbagai dakwaan, termasuk suap dan penggelapan aset perusahaan. Pihak likuidator Evergrande gagal menyita rumah super mewah di London tersebut karena kepemilikannya terdaftar atas nama mantan istrinya, Ding Yumei. Sementara itu, Yumei yang memegang paspor Kanada juga tidak bisa menjual properti itu karena seluruh asetnya telah dibekukan.

Akibat jeratan kasus hukum dan pembekuan aset pemiliknya, rumah termahal di Inggris itu dibiarkan terbengkalai. Fernstedt pun masih terus menjadikan teras bangunan megah tersebut sebagai tempat bernaung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed