DeadSquad Jasad dan Death Vomit Batal Tampil di Eropa

Smallest Font
Largest Font

Tiga band musik ekstrem asal Indonesia, yaitu DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, terpaksa membatalkan sejumlah jadwal pertunjukan dalam rangkaian Cataclysmic Summer Tour 2026 di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, akibat masalah logistik dari pihak promotor Diablo Productions.

Masalah berawal ketika promotor Diablo Productions gagal menyediakan akomodasi serta transportasi yang dibutuhkan rombongan setelah menyelesaikan pertunjukan di Lost Lane, Dublin, Irlandia. Kondisi ini menyebabkan 16 orang personel dan kru sempat terlantar di Dublin tanpa tempat tinggal dan diliputi cuaca dingin.

Para musisi Indonesia tersebut sempat ditampung sementara di kediaman seorang warga diaspora Indonesia bernama Ailtje di wilayah Longford, Dublin, yang juga dibantu oleh masyarakat sekitar dalam penyediaan makanan dan penggalangan dana darurat.

Melalui pernyataan resmi di media sosial pada 17 Agustus 2026, pihak DeadSquad mengungkapkan bahwa promotor tidak profesional dan membiarkan berbagai kebutuhan dasar tur terbengkalai begitu saja.

"Kami telah berusaha menyelesaikan semuanya secara internal dan tetap kooperatif sepanjang proses ini. Namun, situasi yang terjadi menunjukkan kurangnya persiapan, organisasi, komunikasi, dan profesionalisme yang sangat serius dari pihak promotor," tulis DeadSquad dalam pernyataan resminya.

Kegagalan pemenuhan fasilitas ini memuncak usai agenda panggung pertama mereka, yang akhirnya berdampak langsung pada penentuan jadwal pertunjukan berikutnya di Inggris dan Irlandia.

"Puncak dari rangkaian masalah ini terjadi setelah pertunjukan kami di Lost Lane, Dublin. Pihak promotor gagal menyediakan akomodasi dan transportasi yang diperlukan untuk perjalanan kami berikutnya, sehingga kami tidak dapat melanjutkan pertunjukan di Cork (Irlandia) dan London (Inggris)," lanjut DeadSquad.

Selain masalah akomodasi, pengelola tempat pertunjukan The Underworld Camden di London mengonfirmasi bahwa pihak Diablo Productions tidak pernah melakukan reservasi venue secara resmi dan menghilang tanpa bisa dihubungi.

"Dengan berbagai komitmen yang tidak terpenuhi dan kerugian yang kami alami, kami merasa sangat dirugikan dan dikecewakan oleh Diablo Productions," ungkap DeadSquad.

Atas insiden tersebut, grup musik cadas ini berharap kejadian yang mereka alami dapat menjadi pelajaran bagi ekosistem industri musik internasional ke depan.

"Kami menyampaikan pernyataan ini sebagai bentuk transparansi, sekaligus sebagai peringatan bagi para pelaku di industri musik, khususnya penggiat extreme music di mana pun berada," tutup DeadSquad.

Pihak venue London mempertanyakan status penjualan tiket yang dibuka oleh Diablo Productions melalui platform Eventbrite dan menyatakan kekecewaannya atas kerugian yang dialami para musisi Indonesia.

"Promotor DiabloProductionsOfficial / oconnorannaie / Anna Bikuña telah menghilang, mengabaikan semua kontak dari kami, belum membayar/menyewa tempat, menghapus Facebook, mematikan tag & pesan Instagram, dan telah meninggalkan tiga artis Indonesia yang seharusnya melakukan tur besar di Eropa tanpa hasil," tulis The Underworld Camden.

Pihak venue juga menyampaikan simpati mendalam kepada para penampil yang dirugikan dalam pembatalan mendadak ini.

“Kami turut prihatin terhadap para artis yang telah diperlakukan tidak adil dan disesatkan: @Jasadb_Official, @DeathVomitOfficial dan @Deadsquad.official, serta artis pendukung lokal @IncarceratedOfficial, dan lainnya di seluruh Uni Eropa,” lanjutnya.

Terkait dana pembelian tiket penonton yang sudah terlanjur diproses oleh promotor, pengelola venue berupaya melakukan langkah mitigasi.

“Kami tidak yakin tiket apa yang dijual DiabloProductionsOfficial melalui Eventbrite untuk pertunjukan malam ini, karena mereka tidak memberikan tanggapan, tetapi kami berharap semua uang tiket dikembalikan kepada pelanggan. Kami telah menghubungi Eventbrite untuk memastikan hal ini,” tutup unggahan tersebut.

Masalah dengan promotor yang sama ternyata bukan pertama kali dialami Jasad, di mana agenda Asia Tour mereka pada Januari 2026 juga sempat tertunda akibat pengurusan visa yang tidak dipahami promotor.

"Sebelumnya memang kita merencanakan tur sama Diablo di Asia bulan Januari kemarin ya. Itu memang belum berjalan karena berbagai hal yang saya pikir Diablo ini belum mengerti bahwa di Asia itu antar negara harus pakai visa," ungkap Yuli.

Kendati demikian, masalah ini tidak membatalkan seluruh rangkaian konser di daratan Eropa lainnya. Mulai 20 Agustus 2026, perjalanan dilanjutkan ke Belanda, Jerman, Belgia, Austria, dan Swiss di bawah penanganan promotor DF Bookings.

"Untuk ini kan beda ya, kita punya dua promotor: Satu promotor Diablo Production untuk Irlandia sama UK dan kita punya DF Booking untuk Eropa," tutur Yuli.

Seluruh jadwal tersisa dipastikan berjalan sesuai rencana awal karena dikelola oleh tim promotor yang berbeda.

"Nah, jadi yang bermasalah adalah cuma Irlandia dengan UK saja. Besok kita terbang ke Eropa, nah itu sudah aman sih," tutupnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed