Delapan Bandara Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau
Delapan bandara di Indonesia ditutup sementara menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan gangguan operasional penerbangan. Penutupan ini berdampak pada sekitar 150.000 penumpang dan 467 penerbangan, termasuk 58 penerbangan internasional dan 409 penerbangan domestik, dilansir dari Detik Finance.
Bandara yang ditutup meliputi Soekarno Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu. Penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan penerbangan dari bahaya abu vulkanik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, "Apabila memang seperti tadi, masa sebaran masih banyak, kemudian paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara tersebut dibuka atau pengoperasian pesawat dilakukan." Pernyataan ini disampaikan saat Dudy memantau langsung di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Dudy menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan operasional penerbangan. Ia juga meminta operator penerbangan memberikan informasi secara cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat.
Menhub menambahkan, "Airlines untuk segera menyampaikan kepada para penumpang supaya mereka tidak menunggu terlalu lama. Mengingat kondisinya juga belum bisa kita prediksi sampai kapan. Yang paling penting bahwa hak-hak mereka untuk pengembalian tiket itu harus dijamin oleh para airlines supaya mereka tidak menunggu. Karena memang ada banyak penumpang yang masih berharap bahwa mereka masih bisa terbang."
Pelayanan terhadap penumpang tetap menjadi perhatian utama meskipun terjadi gangguan operasional. Maskapai diminta memberi informasi jelas terkait perubahan jadwal, pembatalan, atau pengalihan penerbangan. Pengalihan penerbangan mungkin dilakukan ke bandara lain seperti Kertajati, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.
Selain itu, Dudy meminta operator memastikan ketersediaan petugas dan saluran informasi untuk membantu penumpang terdampak agar perubahan perjalanan dapat diatur dengan tertib dan terkoordinasi.
"Kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara terdampak untuk tidak datang ke bandara selama periode penutupan dan senantiasa memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya," ujar Menhub.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow