Suara Dentuman Misterius Guncang Bandung Hingga Jakarta Dini Hari

Smallest Font
Largest Font

Suara dentuman keras dan berulang disertai gemuruh misterius menggegerkan warga di wilayah Jawa Barat hingga Jakarta pada Sabtu (5/9/2026) dini hari. Fenomena yang berlangsung sejak tengah malam hingga menjelang subuh ini menyebabkan jendela dan pintu rumah warga bergetar.

Suara bergetar berdurasi satu hingga dua jam tersebut dilaporkan terdengar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta, Indramayu, Cianjur, hingga kawasan Cilandak dan Kalibata di Jakarta Selatan. Rentetan getaran ini memicu perbincangan luas di media sosial karena membuat masyarakat berhamburan dan terjaga.

Sejumlah warga membagikan pengalaman mereka saat mendengar suara asing yang mengguncang pemukiman tersebut melalui media sosial.

"Saya tinggal di Bandung Timur, terbangun sekitar jam 1-an. Terdengar ada suara, kaca di kamar mandi juga bergetar. Sampai sekarang jadi enggak bisa tidur, was-was," tulis pemilik akun @nisa*****.

Getaran berulang tersebut juga dikonfirmasi oleh warga lain yang merasakan gangguan serupa di wilayahnya hingga dini hari.

"Terdengar berkali-kali dari jam 23-an sampai jam 2an," tulis pemilik akun @zaxth******.

Aktivitas asing ini dirasakan cukup lama oleh warga yang berdomisili di kawasan Padalarang.

"Saya di Padalarang, kedengeran nya sih dari jam 12 sampai jam 2 tadi malam," tulis @bpmfr100.

Rasa penasaran warga memicu timbulnya berbagai dugaan di tengah masyarakat terkait sumber suara tersebut.

"Ya betul..sekitar jam 2 dini hari, saya sampai keluar karena saya kira tetangga lagi dugem," tulis @hadisutiono.

Sebagian warga sempat memperkirakan dentuman berasal dari aktivitas pertahanan di sekitar wilayah pemukiman mereka.

"Suara dentuman latihan militer bang," ucap pemilik akun @sinss2026.

Beberapa warganet lain mengaitkan fenomena tersebut dengan aktivitas vulkanik gunung berapi di Selat Sunda.

"Katanya dr gunung anak krakatau," tulis @dayfdio.

Laporan serupa juga datang dari warga di kawasan Bandung yang mengamati getaran pada perabot rumah tangga mereka.

"Guys yg di bandung, kalian denger ada suara dentuman gaksi? Ini sampe jam 01.13 masih kedengeran jelas dan kaca sm gorden pada geter2. Geter yaa, bukan goyang2 flowy ketiup angin.

Baca di threads pada denger hal yg sama, sampe Purwakarta malah. Ini suara apa yaa?🥲," tulisnya.

Respons warga dari wilayah Purwakarta memperkuat dugaan bahwa jangkauan gelombang suara tersebut sangat luas.

"Sama kakk aku dari jam 12 gabisa tidur gara2 suara itu😭 awalnya lumayan kenceng sekarang hilang timbul suara/dentuman nya😭 aku juga sama gorden pada geter2 tapi bukan karena angin, aku dari purwakarta btw," balas pemilik akun @kadiction_.

Suara dentuman tersebut meresahkan warga hingga mendekati waktu subuh di kawasan Jawa Barat.

"Ya Allah Bandung Mencekam wargaa bunyi Dentuman Dari tadi jam 00.00 sampe sekarang gak berhenti2 ya allah ada apa ini stay safe wargaa...ada yang sama ngedenger suara dug dug dug dari dalem tanah kirain gempa...jadi merinding😱😱... Wargaa jangan terlalu lelap tidurnyaa takut kenapa², kenceng banget ya allah😱. Ada yang sama ngerasin gak?" tulis pemilik akun Threads @maulana_yussuf.

Akun yang sama kembali mengabarkan situasi terkini saat suara keras kembali terdengar menjelang pagi.

"Tuuh 03.36 kedenger kenceng lagi Allahuakbar 😭😭 warga bangun bangun jangan tidur mending shalawatan+istighfar yuu😭," ajak akun itu.

Kejadian ini tidak hanya terbatas di Jawa Barat, melainkan turut dirasakan oleh warga di kawasan Jakarta Selatan.

"Cilandak jaksel, barusan ada yg denger suara dentuman gede bgt gaa? Suara apa itu ya?" tulisnya.

Tanggapan warganet lain mengonfirmasi fenomena serupa di lokasi terpisah di Jakarta.

"Kak sumpah aku kira aku doang yg denger. Di kalibata kedengeran kakkk," balas akun @priskapwp.

Warganet juga membagikan pengamatan dari analisis citra satelit di kawasan Selat Sunda.

"Kalau dilihat dari citra setelit, pukul 23:20 disekitar selat sunda ada kepulan asap membumbung, kemungkinan terjadi Erupsi pada Gunung Anak Krakatau," tulis dia.

Penggunaan media sosial juga dipenuhi oleh unggahan berisi imbauan keamanan terkait Gunung Anak Krakatau.

"-Himbauan-Selama erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung (Periode 4 september 2026 hingga status dinyatakan aman), masyarakat diimbau untuk tidak mendekati pantai, khususnya di sekitar kawasan Selat Sunda. Imbauan ini menjadi semakin penting karena beberapa alat pemantauan, seperti seismograf dan CCTV, saat ini tidak dapat berfungsi. Kondisi tersebut membuat pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara langsung menjadi terbatas. Bukan berarti setiap erupsi akan memicu tsunami," unggah akun @infogempadunia.

Meskipun spekulasi erupsi Gunung Anak Krakatau marak beredar, laman resmi MAGMA Kementerian ESDM hingga saat ini belum menampilkan catatan erupsi resmi pada gunung api tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed