Dewan Direksi Better Memecat CEO Vishal Garg Usai Kinerja Keuangan Anjlok

Smallest Font
Largest Font

Dewan direksi perusahaan teknologi finansial Better resmi memecat pendiri sekaligus CEO perusahaan, Vishal Garg, setelah kinerja keuangan terus menurun. Posisi kepemimpinan perusahaan hipotek digital tersebut kini diisi oleh manajer hedge fund Daniel Lewis sebagai CEO interim, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Keputusan penyesuaian struktur manajemen ini diambil usai dewan direksi secara bulat sepakat mencopot Garg pada 3 Agustus. Langkah tegas tersebut dipicu oleh pembengkakan kerugian bersih perusahaan yang melebihi USD 1,5 miliar sejak 2022 serta penurunan harga saham yang mencapai lebih dari 90 persen.

Selain itu, pendapatan penjualan Better tercatat mengalami penurunan drastis dari USD 1,5 miliar pada tahun 2021 menjadi hanya USD 70 juta pada tahun 2023. Atas keputusan pemberhentian tersebut, Garg menilai dewan direksi telah melakukan kekhilafan dan merasa dijebak oleh masuknya Lewis ke jajaran direksi.

"Dia bilang dia menyukai strategi perusahaan. Dia memuji kami di platform X dan menggunakan hal itu untuk masuk ke dewan direksi serta merebut kepercayaan kami," kata Garg, CEO Better.

Garg mengeklaim operasional perusahaan sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda perbaikan dan berada di jalur yang tepat menuju target pendapatan sebesar USD 200 juta.

"Kami sedang unggul. Volume pinjaman kami naik tiga kali lipat. Kami sudah sangat dekat dengan profitabilitas," ujar Garg, CEO Better.

Pendiri perusahaan itu juga menuding adanya rencana terselubung di balik penunjukan kepemimpinan baru di Better.

"Saya curiga dia memang selalu ingin menjadi CEO. Dewan direksi telah melakukan kesalahan," kata Garg, CEO Better.

Garg telah melayangkan surat tuntutan pemulihan posisi kepada dewan direksi dan menunjuk tim kuasa hukum. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk tidak menerima gaji penuh selama masa pemulihan kinerja perusahaan.

"Ini adalah pengakuan bahwa saya telah menjalankan perusahaan ini selama 10 tahun, tapi eksekusinya belum sempurna. Saya berharap masalah ini dapat diselesaikan. Saya yakin masa depan Better masih sangat cerah," kata Garg, CEO Better.

Pihak Better membalas langkah tersebut dengan mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York. Perusahaan menuduh Garg melanggar dua undang-undang sekuritas federal karena membentuk koalisi pemegang saham serta menyebarkan pernyataan menyesatkan demi merebut kembali jabatannya.

Sosok Garg sebelumnya sempat memicu kontroversi luas pada akhir tahun 2021 setelah memberhentikan secara langsung 900 karyawan melalui panggilan Zoom. Dalam sesi pemecatan massal tersebut, ia sempat mengutarakan perasaannya saat mengambil tindakan ekstrem demi efisiensi bisnis.

"Ini adalah kali kedua dalam karier saya melakukan hal ini dan saya sebenarnya tidak ingin melakukannya. Terakhir kali saya melakukannya, saya menangis," kata Garg, CEO Better.

Pascapemecatan massal tersebut, Garg sempat memberikan pembelaan melalui unggahan blog pribadi terkait indikasi ketidakdisiplinan sejumlah pekerja.

"Kalian tahu tidak bahwa setidaknya 250 orang yang diberhentikan itu rata-rata hanya bekerja 2 jam sehari sementara mencatatkan 8 jam lebih sehari di sistem penggajian?" kata Garg, CEO Better.

Meskipun Garg sempat diminta mengambil cuti dan kembali diaktifkan pascagelombang kritik pemberhentian massal tersebut, Better terus mendapat banyak ulasan negatif yang memperburuk kondisi finansial perusahaan hingga berujung pada pemecatannya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed