Diaspora Indonesia Galang Dana Bantu Tiga Band Metal Terlantar di Eropa
Komunitas diaspora Indonesia di Irlandia menggalang dana melalui platform GoFundMe untuk membantu tiga grup musik metal tanah air, yakni Jasad, Deadsquad, dan Death Vomit, yang terlantar akibat kelalaian promotor Diablo Productions pada Kamis (20/8/2026).
Penggalangan dana darurat tersebut diinisiasi oleh warga lokal karena kendala akses sistem keuangan yang dihadapi para musisi Indonesia. Langkah ini diambil setelah pihak penyelenggara tur membiarkan fasilitas transportasi dan akomodasi rombongan terbengkalai selama berada di wilayah Eropa.
Pemain bas grup musik Jasad, Yuli Darma, mengonfirmasi keberadaan bantuan dari warga Indonesia yang tinggal di Irlandia tersebut dalam wawancara via telepon dengan Kompas.com.
"Kami kemarin dapat bantuan dari diaspora Irlandia itu. Jadi karena kita terbengkalai, alasan dari si promotor yang Irlandia itu tidak sesuai janjinya, jadi akomodasi, transportasi, dan lain-lain itu terabaikan," kata Yuli.
Untuk mengatasi krisis fasilitas yang dialami ketiga kelompok musik tersebut, komunitas diaspora setempat langsung menyediakan tempat penampungan sementara.
"Akhirnya kita minta tolong diaspora di Irlandia dan mereka menampung kami," ujar Yuli.
Yuli menambahkan bahwa inisiatif bantuan berlanjut ke skema penggalangan dana publik sesuai norma sosial yang berlaku di wilayah tersebut saat menghadapi situasi darurat.
"Cuma kemarin itu karena budaya di Eropa sini, di Irlandia ya semacam itu lah, ada kalau misalkan ada anggaplah musibah dan lain-lain itu mereka menggalang dengan GoFundMe itu. Penggalangan dana kalau di Indonesia semacam KitaBisa begitu lah," kata Yuli.
Pembuatan akun penggalangan dana sepenuhnya ditangani oleh warga diaspora karena keterbatasan prosedur teknis bagi warga negara asing.
"Mereka menyarankan untuk membuat itu tapi kan karena tidak ada akses untuk orang Indonesia, jadi yang bikin itu ya diaspora di Irlandia. Mereka bantu untuk itu," tutur Yuli.
Dukungan finansial dari penggalangan dana tersebut dipastikan mencukupi kebutuhan mobilisasi seluruh personel dan tim pendukung untuk melanjutkan perjalanan.
"Iya tercukupi untuk perjalanan dari Irlandia ke sini," ucap Yuli.
Sebelumnya, kegagalan manajemen Diablo Productions dalam mengurus koperatif panggung memicu pembatalan jadwal pertunjukan di dua kota besar, yakni Cork di Irlandia dan London di Inggris. Ketiga band secara resmi menyampaikan kendala operasional seperti lokasi acara, logistik perjalanan, serta memutusnya saluran komunikasi promotor melalui pernyataan resmi di media sosial Instagram.
"Kami ingin menginformasikan bahwa tur kami bersama Diablo Productions mengalami masalah serius yang mengakibatkan batalnya pertunjukan di Cork (Irlandia) dan London (Inggris)," kata Deadsquad.
Pihak band mengungkapkan kekcewaan atas kelalaian janji kerja sama yang telah disepakati sebelumnya dengan pihak penyelenggara.
"Berbagai hal yang telah dijanjikan dan disepakati, termasuk venue, transportasi, akomodasi, dan komunikasi, tidak dipersiapkan dan dijalankan dengan baik," ujar Deadsquad.
Kondisi fatal terungkap saat pengelola arena pertunjukan di London mendapati bahwa Diablo Productions belum melakukan pemesanan tempat secara resmi untuk jadwal konser ketiga band Indonesia tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow