Kisah Judith Saji Masakan Uganda untuk 500 Porsi di AS Memikat Perhatian

Smallest Font
Largest Font

Seorang wanita Indonesia bernama Judith berhasil mencuri perhatian usai menjadi konsultan sekaligus memasak hidangan khas Uganda dalam jumlah besar di Las Vegas, Amerika Serikat. Seperti dilansir dari Detik Food, kisah inspiratif ini dibagikan oleh Judith melalui akun Threads miliknya, @mbakjudith.

Dalam ajang konferensi tersebut, Judith direkrut untuk menyiapkan makanan Afrika Timur bagi 500 porsi tamu undangan. Kendati latar belakang paspornya berasal dari negara Asia, olahan masakan Afrika yang ia sajikan berhasil memberikan kesan mendalam bagi para penikmatnya.

Sebelum hidangan disajikan, Judith sempat mendapatkan keraguan dari beberapa panitia penyelenggara. Sejumlah komite meragukan kemampuannya dalam mengolah menu khas negara lain.

"Orang Asia kok masak makanan Afrika?" ujar beberapa komite seperti diceritakan Judith dalam unggahannya.

Keraguan tersebut sirna setelah seluruh masakan dihidangkan dan dinikmati para tamu konferensi. Banyak peserta mengagumi cita rasa masakan olahan Judith yang dinilai sangat autentik dengan karakter masakan khas Uganda.

"Don't judge the chef by her passport lol," kelakar Judith menanggapi keraguan yang pernah diterimanya.

Dihadiri Pejabat Penting dan Apresiasi Netizen

Acara tersebut turut dihadiri oleh pejabat penting dari Uganda, yakni Minister of Culture Republic of Uganda serta Ambassador of Uganda to the United States. Kehadiran para tokoh ini memberikan kesan tersendiri bagi perjalanan kariernya.

"Acara ini juga dihadiri oleh Minister of Culture Republic of Uganda dan Ambassador of Uganda to the United States. Lumayan, satu pengalaman baru dan portofolio pun bertambah," jelasnya dalam unggahan.

Unggahan kisah porsi besar ini memicu beragam respons positif dari warganet Indonesia. Banyak pihak merasa bangga atas pencapaian Judith di kancah internasional.

"Kita tidak saling kenal, tapi aku banyya banget sama mbak Judith!" tulis salah satu netizen di kolom komentar.

"Ini sih keren banget, mba! Dan somehow cerita 'orang Asia kok masak makanan Afrika?' ini justru menarik banget. Food kan memang gak seharusnya dibatasi sama passport yang penting respect, understanding, technique, dan effort buat benar-benar memahami cuisine yang kita bawa ya kan?" sahut netizen lainnya.

Mendapat tanggapan tersebut, Judith menyetujui pandangan bahwa makanan bersifat universal. Menurutnya, siapa saja bisa menyajikan hidangan dari mana pun selama mau mempelajari cita rasa asli, menghormati budaya setempat, serta memasak dengan sepenuh hati.

Mengenai karakter kulinernya, Judith menjelaskan bahwa masakan Uganda memiliki rasa yang unik serta mendapatkan banyak pengaruh dari tradisi kuliner India.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed