Dino Patti Djalal Hadapi Sorotan Usai Kritik Perjalanan Luar Negeri

Smallest Font
Largest Font

Rekam jejak karier diplomasi mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal kini tengah menjadi perhatian publik. Sorotan tersebut mengemuka menyusul kritik yang ia sampaikan mengenai frekuensi perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto melalui unggahan video di media sosial pada akhir Mei lalu.

“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan luar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri,” ujar Dino, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri.

Pernyataan tersebut kemudian memicu respons langsung dari pihak Istana. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan terbuka terkait masa jabatan Dino terdahulu melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Senin (1/6/2026).

“Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan hanya tiga bulan,” ujar Teddy, Sekretaris Kabinet.

Berdasarkan data biografi, Dino bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada 1987 dan sempat menjadi juru bicara satgas referendum Timor Timur pada 1999. Ia kemudian menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Internasional sekaligus juru bicara kepresidenan di era Susilo Bambang Yudhoyono selama periode 2004 hingga 2010.

Karier diplomatiknya berlanjut saat ditunjuk menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dari 2010 sampai 2013. Atas kinerjanya, Dino menerima penghargaan Bintang Jasa Utama pada 2010 dan Bintang Mahaputra Adipradana pada 2014, sebelum akhirnya sempat mengikuti konvensi calon presiden Partai Demokrat.

Pelantikan Dino sebagai Wakil Menteri Luar Negeri terjadi pada 14 Juli 2014 untuk menggantikan Wardana berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 103/M/2014. Masa jabatan yang berlangsung selama tiga bulan tersebut dikonfirmasi oleh Staf Khusus Kepresidenan Bidang Luar Negeri saat itu, Teuku Faizasyah, sebagai langkah pengisian posisi di sisa masa pemerintahan SBY.

Dino memutuskan pensiun dini dari aparatur sipil negara pada pertengahan 2015 untuk bergerak di sektor non-pemerintah. Ia kemudian mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan aktif dalam inisiatif dialog antaragama global.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed