Disdik Jabar Umumkan Hasil SPMB Sekolah Maung di Tengah Protes
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengumumkan kelulusan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB Sekolah Maung 2026 pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, di tengah keluhan orang tua siswa terkait kendala sistem digital dan transparansi seleksi administratif.
Pengumuman hasil seleksi untuk memperebutkan 18.272 kursi dari 38.478 pendaftar di 40 sekolah mitra ini bertepatan dengan hari terakhir masa Pemetaan Calon Murid Baru atau PCMB. Penumpukan jadwal tersebut memicu kritik dari Forum Orang Tua Siswa karena dinilai mengganggu proses pendaftaran.
"Hari ini kan pengumuman sekolah Maung, kemudian hari terakhir juga masa pemetaan. Itu yang dikeluhkan oleh orang tua," ujar Dwi Subianto, Ketua Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) saat dihubungi detikJabar.
Menurut laporan Fortusis, sistem digital mengalami gangguan fatal lantaran data siswa terkunci otomatis saat baru dipetakan. Hal ini memaksa tim IT melakukan perbaikan sepihak yang dinilai belum tuntas hingga menjelang hari penutupan.
"Katanya kemarin mau diperbaiki, tapi kami tidak yakin bahwa hari ini yang merupakan hari terakhir akan bisa diselesaikan malam hari ini. Bisa servernya, bisa juga memang sistemnya belum mantap alias masih tambal sulam. Masih dalam rangka desain ulang," kata Dwi Subianto.
Kebijakan penggantian sistem yang sudah stabil dengan sistem baru ini dicurigai oleh organisasi orang tua siswa sebagai langkah yang terburu-buru dan berorientasi pada anggaran daerah.
"Orang tua melihatnya orientasi para pihak yang terlibat di dalam SPMB ini cenderung ke arah proyek. Yang penting saya sudah dibayar sama pemerintah daerah. Orientasinya semuanya adalah proyek, bukan pendidikannya," tukas Dwi Subianto.
Selain masalah penumpukan jadwal, ketegangan juga muncul dari para orang tua calon murid Jalur Potensi Akademik di Subang yang memprotes penolakan dokumen psikogram tanpa dasar regulasi yang jelas dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 27274/HK.02.03. Pihak sekolah dilaporkan menolak berkas dengan alasan lisan seperti jenis huruf, format tanda tangan, serta arahan lembaga psikologi tertentu.
"Kami tidak bermaksud menghambat seleksi. Kami hanya menuntut hak memperoleh perlakuan adil dan transparan agar SPMB Maung 2026 berjalan sesuai regulasi Pemprov Jabar," ujar salah satu orang tua murid seperti dilansir Warta In.
Program Sekolah Maung atau Manusia Unggul ini awalnya dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghapus sistem zonasi di sekolah pilihan dan menggantinya dengan seleksi prestasi. Menurut Plt Kepala Sekolah SMAN 2 Tambun Selatan, H. Burhanudin, program ini ditargetkan menyalurkan lulusan ke perguruan tinggi negeri terbaik dan luar negeri.
"Sebanyak 28 SMA dan 13 SMK di Jawa Barat menjadi sekolah Maung." ujar H. Burhan, Plt Kepala Sekolah SMAN 2 Tambun Selatan kepada Swatantranews.com di ruang kerja.
Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa syarat utama pendaftaran jalur ini adalah kepemilikan Kartu Keluarga Jawa Barat tanpa membatasi asal sekolah menengah pertama calon siswa.
"Dan SMAN 2 Tambun Selatan menjadi SMA MAUNG." lanjut H. Burhanudin.
Penunjukan sekolah tersebut juga diimbahi oleh keberadaan unit sekolah baru lain di sekitarnya guna menampung calon siswa yang tidak lolos seleksi prestasi.
"Jadi, seluruh siswa sekolah yang memiliki KK Jawa Barat bisa mendaftar di SMAN 2 Tambun Selatan. Sekalipun sekolah SMP nya berada di Jakarta ataupun dari kota atau daerah lain di Jawa Barat." tegas H. Burhan.
Bagi calon murid yang gagal dalam seleksi reguler, pemerintah setempat telah menyiapkan skema subsidi untuk sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama resmi.
"Bahkan jika tidak diterima juga di SMAN 9 Tambun Selatan, bisa mendaftar di SMA Pusaka Nusantara yang telah bekerja sama dengan Dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 2,1 juta rupiah / siswa yang diterima di SMA Pusaka Nusantara." ungkap H. Burhanudin.
Sekolah Manusia Unggul menerapkan standar disiplin tinggi dengan proyeksi mayoritas lulusannya menembus universitas kelas atas di dalam negeri.
"Diharapkan lulusan SMAN MAUNG, diterima di PTN sebanyak 80 persen dan sisa 20 persen mampu bersekolah di luar negeri." tutup H. Burhanudin.
Berdasarkan informasi dari Tirto.id, proses penetapan kelulusan akhir tetap menjadi wewenang rapat dewan guru dan kepala satuan pendidikan masing-masing. Bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi, proses pendaftaran ulang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 10 Juni 2026 melalui sistem mandiri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow