Dishub Banyumas Ajukan Tambahan Anggaran Rp15 Miliar Operasional Bus Trans

Smallest Font
Largest Font

Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp15 miliar dari APBD agar layanan transportasi publik Bus Trans Banyumas tetap beroperasi hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diambil setelah dana operasional yang tersedia saat ini diperkirakan hanya mampu menopang layanan bus hingga 28 Agustus 2026.

Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Banyumas, Muhammad Eka Nugraha, menjelaskan bahwa alokasi dana operasional bulanan moda transportasi ini menyerap biaya yang cukup besar. Tanpa adanya persetujuan anggaran baru, operasional armada terancam terhenti total pada akhir Agustus.

"Anggaran operasional yang tersisa sekarang hanya cukup sampai 28 Agustus. Sudah kami ajukan untuk anggaran selanjutnya," kata Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Banyumas, Muhammad Eka Nugraha.

Kebutuhan dana untuk menjaga kelangsungan layanan moda transportasi ini mencakup pembiayaan rutin setiap bulan selama empat bulan tersisa di tahun 2026. Pengajuan alokasi anggaran tambahan tersebut kini masih menunggu kepastian penetapan dari pimpinan daerah.

"Keputusan menunggu Bupati," terang Eka.

Struktur pembiayaan layanan publik ini diproyeksikan mengalami penurunan biaya operasional antara 25 hingga 35 persen mulai April 2027. Penurunan beban anggaran tersebut terjadi seiring selesainya kewajiban pembayaran cicilan armada bus.

"Karena satu item pembiyaan dihapus yaitu biaya investasi," pungkas Eka.

Ancaman berhentinya operasional layanan publik ini memicu kekhawatiran dari warga yang bergantung pada bus armada daerah tersebut. Pengguna harian menilai penutupan rute armada akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi mobilitas masyarakat Purwokerto dan sekitarnya.

"Dengan adanya Trans Banyumas ini cukup membantu untuk menghemat biaya transportasi kemudian jika bus Trans Banyumas benar-benar berhenti beroperasi mungkin dampaknya akan terasa cukup signifikan sebagai seseorang yang bisa dibilang cukup sering menggunakan Trans Banyumas ini untuk keperluan transportasi," ujar salah satu pengguna Bus Trans Banyumas, Wini Maulani.

Layanan armada bus publik selama ini dimanfaatkan secara luas oleh berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Wini menegaskan pentingnya prioritas keberlanjutan anggaran operasional demi menjamin kesejahteraan dan kemudahan akses transportasi masyarakat setempat.

"Trans Banyumas merupakan daily needs dari masyarakat terutama di Purwokerto seperti itu kemudian untuk operasional bus Trans Banyumas saya rasa harus juga diperhatikan dan diprioritaskan karena itu salah satu bentuk dukungan dari pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat," tutur Wini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed