Dokter Gizi Ingatkan Risiko Konsumsi Nasi Porsi Besar

Smallest Font
Largest Font

Kebiasaan mengonsumsi nasi dalam porsi sangat besar secara terus-menerus berisiko meningkatkan kadar gula darah dan memicu masalah kesehatan jangka{ "title": "Dokter Gizi Peringatkan Bahwa Konsumsi Nasi Porsi Besar Pemicu Diabetes", "title_slug": "dokter-gizi-peringatkan-bahwa-konsumsi-nasi-porsi-besar-pemicu-diabetes", "description": "Kebiasaan mengonsumsi nasi porsi besar berisiko memicu lonjakan gula darah dan penyakit diabetes.", "keywords": "porsi nasi besar, risiko diabetes, konsumsi karbohidrat, resistensi insulin, dr Igus Ulfa Yaze", "category_id": "5", "tags": "kesehatan, diabetes, pola makan", "thumbnail": "ilustrasi porsi nasi menggunung", "content": "

Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengingatkan masyarakat mengenai bahaya kebiasaan mengonsumsi nasi porsi besar dalam satu waktu. Lonjakan asupan karbohidrat tersebut berpotensi memicu masalah kesehatan jangka panjang, sebagaimana dilansir dari Detik Health.

Sorotan ini muncul setelah rekaman video anak sekolah yang menyantap piring berisi nasi menggunung viral di media sosial. Kebiasaan mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah tinggi ini berisiko meningkatkan kadar gula darah secara drastis usai makan.

"Kalau sebanyak ini, kalau jadi kebiasaan, bisa jadi masalah. Meskipun sekarang orangnya ngerasa sehat-sehat aja," ujar dr Yaze.

Proses pencernaan karbohidrat dalam jumlah besar akan menghasilkan glukosa yang sangat tinggi. Jika kebiasaan ini diteruskan, gangguan respons tubuh terhadap hormon pengatur gula darah dapat timbul secara perlahan.

"Karbohidrat dalam jumlah besar bisa meningkatkan gula darah cukup tinggi setelah makan," jelas dr Yaze.

Dampak buruk dari penumpukan glukosa yang berlebihan ini akan berkembang menjadi gangguan metabolik yang lebih serius. Kondisi tersebut dapat memicu timbulnya resistensi insulin serta gangguan kesehatan turunan lainnya.

"Kalau berlangsung terus-menerus, bisa meningkatkan resiko resistensi insulin, prediabetes, sampai diabetes," kata dr Yaze.

Kondisi gangguan kadar gula darah pada tahap awal sering kali berkembang tanpa gejala khas. Namun, saat gangguan mulai memburuk, beberapa keluhan fisik akan terasa, seperti tubuh mudah lelah, serta sering merasakan haus, lapar, dan buang air kecil.

Meskipun memiliki risiko jika dikonsumsi berlebihan, nasi tidak harus dihindari sepenuhnya dari menu harian. Asupan karbohidrat tetap perlu disesuaikan dengan tingkat aktivitas, usia, serta pemenuhan gizi seimbang yang mencakup protein, sayur, dan buah.

"Jadi, nasi bukan berarti nggak boleh, tapi harus sesuai dengan kebutuhan tubuh kita," ujar dr Yaze.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed